Translate

Showing posts with label DEMOCRAZY. Show all posts
Showing posts with label DEMOCRAZY. Show all posts

Thursday, November 12, 2015

Natasha Ryder Rumah Uya



Natasha Ryder Rumah Uya
Nanas Rumah Uya

Asisten cantik host Uya Kuya, Natasha Ryder di reality show Rumah Uya Trans 7 mendapat banyak tawaran pasca kepergian kakaknya, Kimberly Ryder yang melanjutkan studi di Inggris. Natasha Ryder memang adik dari artis Kimberly Ryder yang sama-sama memiliki paras cantik. Natasha Ryder yang bernama lengkap Natasha Irvina Ryder, kini menjadi terkenal pasca hadirnya Rumah Uya Trans 7. Reality Show, Rumah Uya memang menjadi program acara televisi yang kontroversial karena mengangkat kasus yang bersifat privat atau pribadi dan mengumbarnya ke publik. Memang Rumah Uya program televisi yang berniat membantu klien-kliennya untuk menyelesaikan masalah. Untuk bisa tampil di program televisi Rumah Uya, calon klien harus mengirim e-mail ke official Rumah Uya. Bahkan ribuan e-mail setiap harinya masuk ke official Rumah Uya. 

Kembali ke Natasha Ryder..
Natasha Ryder sebenarnya tidak sepenuhnya ingin menjadi artis, akan tetapi karena dia mengambil homeschooling sehingga banyak waktu luang. Dengan menjadi asisten host Uya, Natasha bisa menyalurkan hobinya. Selain mendapat penghasilan sendiri, dengan kegiatan keartisannya ia bisa mendapatkan pengalaman dari beberapa hal.
Adik Kakak, Natasha Ryder dan Kimberly Ryder

Berbeda dengan Kimberly Ryder yang sudah lancar berbahasa Indonesia, Natasha Ryder sejak Sekolah Dasar (SD) sampai saat ini masih belum terlalu lancar berbahasa Indonesia. Bahkan sejak SD, Natasha Ryder yang biasa dipanggil Nanas di acara Rumah Uya ini, tidak bisa berbahasa Indonesia sedangkan SMP, dia sudah mulai lancar. Homeschooling online di Amerika yang diambil Nanas membuat dirinya harus berinteraksi dengan bahasa Inggris, oleh sebab itu wajar saja masih belum terlalu lancar berbahasa Indonesia.

Saturday, May 23, 2015

Kuliah Umum Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan di Universitas Jember

Kuliah Umum Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan di Universitas Jember (Unej)

Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan memberikan kuliah umum yang diadakan di gedung Soetardjo, Universitas Jember. Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga merupakan Staff Kepresidenan Republik Indonesia. Dalam kuliah umum yang berlangsung pada hari Senin, 18 Mei 2015 tersebut memiliki tema tentang Fokus Pembangunan Presiden Joko Widodo 2014/2019. Dalam kuliah yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi tersebut, Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan menyampaikan tentang Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia. Indonesia memang mengalami pertumbuhan ekonomi yang menurun pada kuartal pertama tahun 2015, hal ini memang disebabkan oleh beberapa masalah seperti meningkatnya harga komoditas. Pertumbuhan ekonomi yang hanya 4,7 persen ini dianggap sebagai masa transisi menuju angka pertumbuhan 5 persen. Secara produktivitas, memang Indonesia kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Selain itu yang diungkapakan oleh Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan bahwa kondisi fiskal Indonesia sangat sempit karena banyak sekali dana yang dikeluarkan untuk berbagai macam subsidi, dialokasikan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, melihat kondisi yang demikian beliau juga optimis bahwa akhir APBN tahun 2015, Indonesia akan mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen sampai 5,2 persen. Hal tersebut dapat dicapai dengan catatan bahwa terjadi stabilitas politik yang baik, penyerapan anggaran di kementerian bekerja dengan efektif dan efisien, dan pemenuhan target-terget prioritas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga menyampaikan bahwa tax ratio yang ada di Indomesia masih sangat kecil dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, hal ini dapat dilihat bahwa tax ratio untuk negara Singapura sekitar 25 persen dan Malaysia di kisaran angka 15 persen. Imdonesia hanya berkisar di angka 12 persen, padahal peluang peningkatan pajak masih sangat besar. Masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu belum optimalnya peningkatan harga komoditas produk, sehingga perlu dibuatkan turunan-turunan dari produk tersebut. Karena turunan pertama dari produk tersebut ternyata mampu meningkatkan keuntungan sekitar belasan persen. Masalah yang dihadapi Indonesia terkait produk turunan yaitu belum adanya smelter-smelter untuk mengolah produk tersebut. Tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini masih berkutat pada tingginya angka korupsi, infrastruktur yang buruk yang menyebabkan biaya transportasi yang tinggi.

            Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga mengajak para mahasiswa untuk membantu program pemerintah dalam membangun desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), apalagi setiap desa di Indonesia akan memperoleh dana 1 milyar yang sangat rentan akan terjadinya tindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah.

Wednesday, April 8, 2015

Jokowi Lengser

Jokowi Dilengserkan?

RMOL. Joko Widodo sudah tidak layak memimpin Indonesia karena kebijakan ekonomi yang dibuatnya terbukti menyulitkan masyarakat ekonomi kelas menengah dan bawah. Jika Jokowi tetap dipertahankan, kehidupan masyarakat akan semakin sulit dan tidak akan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Begitu antara lain kesimpulan hasil jejak pendapat yang dirilis Indonesia Development Monitoring terkait kinerja pemerintahan Jokowi selama lima bulan ini. Direktur Bidang Ekonomi dan Bisnis Indonesia Development Monitoring, Iwan Sumule menjelaskan pengumpulan hasil pendapat dilakukan secara metode kualitatif dengan wawancara tatap muka kepada masyarakat yang dalam jejak pendapat ini dijadikan sebagai informan.
Baca juga Cewek yang Dipersunting Putra Sulung Jokowi  Profil Selvi Ananda Putri
Informan tersebar dari pedesaan, perkotaan kabupaten, provinsi dan ibukota. Informan yang dipilih adalah masyarakat kelas menengah dan kelas bawah. Kelas menengah terdiri dari masyarakat yang berpenghasilan 5 juta hingga 10 juta perbulan dengan latar belakang sebagai Pegawai negeri, guru, pekerja kantor, pemilik toko dengan ukuran sedang, pemilik restoran dengan latar belakang pendidikan paling rendah SMA dengan jumlah 100 informan.

Sedangkan informan dari masyarakat bawah sebanyak 200 orang dengan latar belakan pendidikan lulusan SMA sampai dengan SD dengan pekerjaan sebagai guru, supir taksi, supir angkot, pedagang asongan, tukang ojek, tukang gorengan, tukang bakso, tukang becak, buruh pabrik, petani, nelayan yang semuanya berpendapatan rata-rata dibawah Rp 5 juta dalam sebulan.

Dari para informan, kata Iwan Sumule, disimpulkan bahwa kebijakan ekonomi Jokowi mengakibatkan masyarakat dengan ekonomi menengah tidak bisa lagi menyisihkan pendapatannya sebagai tabungan. Malah sebagian dari mereka harus membongkar tabungan untuk menutupi berbagai tagihan kartu kredit, tagihan kredit rumah, dan tagihan kredit kendaraan bermotor.

"Ini akibat pendapatan mereka tergerus oleh mahalnya biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, transportasi, biaya air bersih, biaya listrik, biaya pendidikan anak dan biaya leisure keluarga perbulan yang hanya jalan-jalan di tempat-tempat kuliner yang biasanya hanya menghabiskan 300 ribu meningkat menjadi 600 ribu," kata dia dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (31/3).

Untuk masyarakat bawah, kebijakan pemerintahan Jokowi membuat penghasilan mereka menurun hingga 30 persen. Hal ini dialami tukang bakso, tukang mie ayam, tukang ojek, supir taksi dan supir angkot akibat berkurangnya konsumen mereka dan mahalnya produk dan jasa yang mereka jual.

Sementara bagi masyarakat kelas bawah seperti buruh pabrik, mereka mengalami UMR sudah makin tergerus hingga 25 persen akibat kebijakan Jokowi yang menambah beban ekonomi buruh makin mahal. Para buruh mengeluhkan kehidupan keluarga mereka tidak berkualitas akibat banyak keluarga buruh mengatur pendapatan mereka secara ketat.

"Diantara mereka banyak yang mengkonsumsi nasi dengan lauknya mie instan," imbuh Iwan Sumule.
Baca juga Cewek yang Dipersunting Putra Sulung Jokowi  Profil Selvi Ananda Putri
Dikatakan dia, masyarakat juga berpendapat Jokowi tidak akan mampu memenuhi janji-janji kampanyenya di Pilpres lalu. Masyarkat mengaggap Jokowi sangat pro asing dan lebih layak disebut seperti pedagang dibandingkan sebagai Presiden.

"Karena itulah masyarakat menginginkan Jokowi dilengserkan karena banyak melanggar undang-undang," tukas Iwan Sumule yang juga Jurubicara Prodem.

Jonru Mau Lengserkan Jokowi Tanggal 20 Mei 2015

Setelah sukses menipu para Jokowi lover dengan menyembunyikan fanpage nya dan bangga menjadi penipu dengan menulis artikel akan berhenti mengkritik jokowi, kini Jonru memulai dengann gebrakannya dengan memprovokasi pengikut dan penggemarnya melalui fanpage FB untuk melengserkan presiden dan wakil presiden yang sah Jokowi-JK.
Yang saya heran kenapa mesti menunggu tanggal 20 Mei? Apakah mereka berharap dengan 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional menjadi momen untuk bisa menggerakan pengikutnya melengserkan Jokowi-JK. Lalu Kalau sudah lengser apakah Jonru yang akan menjadi presidennya? Wah sangat seru ini kalau memang mereka berani menurunkan massa pada 20 Mei nanti.
Pada jaman reformasi sekarang ini sungguh sangat bebas mengeluarkan pendapat bahkan ajakan dan provokasi untuk melengserkan presiden juga enjoy-enjoy aja. Bahkan bangga bisa melawan rezim pemerintah. Jika hal ini terjadi di jaman orde baru mungkin si jonru sudah hilang dari peredaran hehehe.
Dengan adanya provokasi ini pastinya pemerintah tidak tinggal diam, TNI dan BIN serta Panpampres pastinya akan melindungin Presiden dan Wakil Presiden dari segala bentuk rong-rongan yang hanya ingin membuat onar saja. Rakyat juga gak bodoh. Melihat kondisi sekarang yang masih relatif aman dan perekonomian juga tidak mengalami kendala yang parah pastinya tak ada yang menginginkan kekacauan. Kecuali kalau negera kita kondisinya seperti tahun 1965 atau tahun 1998 yang lalu.
Rakyat sudah capek dengan huru-hara. Luka peristiwa Mei 1998 belum juga sembuh. Jangan sampai terulang lagi luka yang baru yang hanya memperturutkan hawa nafsu segelintir orang seperti jonru ini. Rakyat yang masih berpikiran waras pastinya akan menolak ajakan dan provokasi jonru ini.
Suara-suara melengserkan Jokowi mulai rame jika ada kenaikan BBM seperti kemarin. Saat BBM turun ya gak ada ribut-ribut. Jadi sebenarnya pemicu pelengseran ini karena naiknya BBM. Memang susah sih melepas bayi yang biasa menyusu dan akan disapih pastinya akan terjadi pergolakan antara si bayi dengan sang ibu.
Demikian juga dengan BBM ini, rakyat sudah biasa disubsidi kini harus mandiri dan membiasakan dengan harga yang apa adanya tanpa subsidi. Padahal yang menikmati subsidi hanya mereka yang punya mobil dan motor. Sedangkan rakyat miskin tak memilikinya.
Bisakah provokasi jonru ini membawa hasil seperti yang diharapkannya. Saya rasa bisa (maksudnya bisa masuk penjara), kalau jonru sendiri yang memimpin aksi dan berani turun ke jalan dan tidak hanya koar-koar dan menulis status di fb. Kalau hanya menulis status anak SD juga bisa. Tapi apa dia berani? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Monday, March 2, 2015

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN




Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional setelah menang tipis dalam pemungutan suara dalam Kongres IV PAN di Nusa Dua Bali. Zulkifli Hasan sendiri saat ini juga menjabat sebagia Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2014-2019. Beberapa Pengamat Politik menyampaikan bahwa sebaiknya Zulkifli Hasan mundur dari jabatan Ketua MPR. Bagaimana komentar anda?

Berikut kutipan beritanya
JAKARTA, KOMPAS.com — Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional periode 2015-2020. Zulkifli memenangi pemungutan suara melawan pesaingnya, Hatta Rajasa, dalam Kongres IV PAN di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015).



Suara antara kedua calon tidak terpaut jauh. Zulkifli mendapatkan 292 suara. Sementara Hatta hanya mendapatkan 286. Adapun 4 suara lainnya abstain.



Pemungutan suara ini sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/3/2015), tetapi dipercepat mengingat situasi yang panas antarkedua kubu. Pemungutan suara dilakukan secara tertutup dengan menggunakan bilik suara. Pemilih juga dilarang membawa ponsel atau kamera ke bilik untuk menghindari transaksi jual beli suara.



Pemilih dalam kongres ini yakni ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah PAN (tingkat provinsi), ketua Dewan Pimpinan Daerah (tingkat kabupaten/kota), ketua serta sekretaris Majelis Pertimbangan PAN, ketua umum, sekjen, bendahara umum, serta ketua dari enam organisasi otonom.



Zulkifli dalam berbagai kesempatan berjanji akan membawa PAN berubah menjadi lebih baik. Program unggulan ketua MPR ini adalah konvensi untuk menentukan capres atau cawapres dari PAN. Zulkifli juga menawarkan kebijakan otonom, yakni DPW dan DPD bisa menjalankan kepengurusannya dengan lebih bebas dan tak tergantung oleh pusat.

Thursday, January 15, 2015

#ShameOnYouJokowi Jadi Trending Topics No. 2 di Indonesia

#ShameOnYouJokowi Jadi Trending Topics




Setelah ramai dengan kemunculan hashtag Shame On You SBY, sejak pertengahan November 2014 muncul hashtag Shame On You Jokowi, hal ini diakibatkan karena pemerintah kembali menaikkan harga BBM pada tahun lalu. Pada pertengahan Januari 2015 kembali rame 3ShameOnYouJokowi, bahkan berhasil menduduki peringkat kedua trending topic di twitter untuk wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kekecewaan masyarakat Indonesia terhadap pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri. 
Berikut berita yang berhasil dikutip dari Republika.co.id 

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membiarkan proses pencalonan tersangka tindak korupsi Budi Gunawan menjadi Kapolri mendapat tentangan netizen.

Sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap Jokowi tersebut, para netizen ramai-ramai menggunakan tagar #ShameOnYouJokowi melalui media sosial.

#ShameOnYouJokowi menjadi urutan kedua terpopuler pada trending topic Twitter Indonesia. Para netizen ramai-ramai mengungkapkan kekecewaannya terkait sikap Jokowi terhadap Budi Gunawan melalui tagar tersebut. Tak hanya melalui tulisan, kekecewaan para netizen juga diungkapkan melalui gambar grafis.

"Jadilah pemimpin yang baik dan jangan hanya mendengar dari partai anda, masih banyak yang harus anda dengar selain suara mereka," tulis salah satu netizen Muhammad Rizqian N melalui akun @rizqiaaan, Kamis (15/1).

Netizen lainnya, Leo Faraytody, melalui akun ‏@lfaraytody juga menyatakan ketika para anggota parlemen merasa nyaman bahkan memuji calon Kapolri yang bermasalah, maka ia berasumsi ada sesuatu yang mencurigakan di sana. Netizen lain, Evan Stedy (@evanstedy) mengimbau agar Presiden Jokowi mau membuka mata dan tak lagi mengecewakan para pendukungnya.

"It's ridiculous Mr President! #ShameOnYouJokowi," kicau Rury Masrur melalui akunnya ‏@rurymasrur.

Wednesday, December 31, 2014

Harga BBM Turun

Harga BBM Kembali Turun Setelah Sempat Naik


Source: Liputan6.com dan Kompas.com

Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebagai langkah menyesuaikan harga minyak dunia. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin mengatakan, penurunan harga BBM bersubsidi tersebut bisa mencapai Rp 1.100 untuk premium dan solar turun Rp 250.
"Harga turun sudah itu, premium sekitar Rp 7.400 dan solar sekitar Rp 7.250," kata Naryanto, di Jakarta, Rabu (31/12/2014). Naryanto mengungkapkan, dengan turunnya harga BBM bersubsidi tersebut maka subsidi untuk solar sekitar Rp 1.000 per liter. Sedangkan premium sudah tanpa subsidi mengikuti harga minyak dunia saat ini. "Solar subsidi 1000 lebih. Karena harga minyak turun," ungkapnya. Menurutnya, penurunan harga tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (perpres). Namun dia membatah jika harga BBM bersubsidi dilepas mengikuti harga pasar.
"Siapa yang ngomong begitu? Nggak (melepas harga pasar), nggak perpresnya nggak begitu," pungkasnya.

BBM Turun Dinilai Sudah Terlambat
Harga premium dipastikan akan turun kembali per 1 Januari 2015. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan, harga premium yang semula Rp 8.500 per liter kini menjadi Rp 7.600 per liter. Pengendara mobil dan sepeda motor yang merupakan konsumen tetap premium pun mensyukuri penurunan harga tersebut. Salah seorang tukang ojek, Ramdhani, mengaku senang dengan keputusan ini.
"Senang banget. Selama ini BBM naik Rp 2.000 itu berat ya. Saya mau naikin ongkos penumpang ya kadang kasihan juga, tetapi kalau enggak begitu ya saya rugi," ujar Ramdhani di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (31/12/2014). Menurut dia, ini seperti kado Tahun Baru dari Presiden RI Joko Widodo kepada masyarakat Indonesia. Mengenai harga baru premium ini, dia berjanji juga akan menyesuaikan kembali tarif ojeknya. Akan tetapi, ternyata Ramdhani tidak sepenuhnya puas dengan kebutuhan itu. Dia mengaku masih ada kekhawatiran. Ramdhani tidak yakin turunnya harga BBM juga akan berdampak pada harga-harga bahan pokok.

Walau kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok, penurunan harga BBM belum tentu diikuti juga oleh penurunan harga. "Jadi, BBM turun, sudah terlambat. Ya tetapi masih bersyukurlah, siapa tahu lama-lama harga ikut turun," ujar dia.
Seorang tukang ojek lain yang berada di sebelah Ramdhani, Joko, ikut berkomentar soal turunnya harga BBM. Dia mengatakan, menaikkan harga BBM adalah satu dari beberapa kebijakan yang perlu ditinjau kembali oleh pemerintah.  Joko mengaku, ia memiliki sebuah permintaan. Permintaan Joko ini bukan ditujukan untuk Jokowi, melainkan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.
"Pak Jokowi sudah turunkan harga BBM. Tinggal Pak Ahok hapuskan itu pelarangan motor yang di Bundaran HI," ujar Joko sambil tertawa. "Supaya kita-kita tukang ojek ini gampang kalau kerja," ucap Joko. Untuk diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menerangkan, pemerintah memberikan subsidi terhadap minyak tanah (kerosin) dan minyak solar. Harga baru ini berlaku pada 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB di semua wilayah Indonesia. Harga minyak tanah saat ini sebesar Rp 2.500 per liter, sementara harga minyak solar Rp 6.500 per liter. Selain menetapkan harga untuk jenis BBM tertentu (atau yang disubsidi), pemerintah juga menetapkan harga untuk jenis BBM khusus penugasan.
Premium yang sebelumnya masuk ke dalam kategori jenis BBM tertentu—bersama minyak tanah dan minyak solar—per 1 Januari 2015 masuk dalam kategori jenis BBM khusus penugasan. "Bensin RON 88 (premium) di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) ditetapkan sebesar Rp 7.600 per liter," ucap Sudirman.

Sunday, December 7, 2014

Akhirnya Kurikulum 2013 Dihentikan dan Bagaimana Tanggapan Muhammad Nuh

Alhamdulillah, Akhirnya Kurikulum 2013 Tidak Berlaku Lagi

Keputusan Kemendikbud untuk menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru menerapkan kurikulum ini selama satu semester dirasakan merupakan keputusan yang baik. Para guru senang dengan keluarnya keputusan itu.

Kepala Sekolah SDN Palmerah 03 Jakarta Barat, Sarita Siregar, lega mengetahui kurikulum 2013 yang selama ini menjadi beban bagi guru-guru di sekolahnya telah resmi dihentikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Alhamdulillah, sudah mendengar semalam, akhirnya kurikulum ini dihentikan, guru-guru menyambut bahagia," kata perempuan berkerudung itu kepada Wartakotalive.com, Sabtu (6/12/2014) siang.

Ia menyebutkan, selama satu semester menggunakan kurikulum 2013, para guru belum terbiasa dengan metode pengajaran. Di mana, satu buku, digunakan untuk berbagai mata pelajaran. Siswa pun tidak semuanya paham.

"Tidak semua siswa paham, kemampuan anak kan berbeda-beda, ada yang ketika masuk pelajaran lain mereka tahu, ada yang tidak paham," tambah Sarita.

Ia pun secara pribadi mengaku senang jika kurikulum 2013 dihentikan.

"Kasihan kalau melihat guru-guru itu sibuk setiap hari, yang pasti anak-anak yang jadi korban lah, belum lagi bukunya juga di semester satu ada yang belum datang," keluhnya.

Monday, December 1, 2014

Konflik Partai Golkar dan Survei Kinerja Partai Golkar (Golongan Karya)

Konflik di Kubu Partai Golkar dan Bagaimana Kinerja Partai Golkar?


Dukung Jokowi dalam Person of The Year by Majalah TIME Person of The Year 2014

Pengalaman setengah abad di panggung politik menjadi kekuatan dan kelebihan Partai Golkar selama ini. Polemik yang terjadi menjelang Musyawarah Nasional IX Golkar di Bali yang dibuka semalam dikhawatirkan akan melahirkan perpecahan. Namun, publik yakin akar beringin belum akan tergoyahkan karena ditopang loyalitas pemilih dan jaringan partai yang luas. Kesimpulan ini muncul dari hasil jajak pendapat Kompas, pekan lalu, untuk merespons gejolak yang terjadi di tubuh Golkar. Sebanyak 66 persen responden khawatir konflik yang lahir menjelang munas tersebut akan melahirkan perpecahan partai. Kekhawatiran ini muncul mengingat sebelumnya ada dua arus yang menghendaki sikap politik yang berbeda dari partai ini.

Dua arus itu adalah Golkar tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai kekuatan penyeimbang pemerintah atau beralih bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang menjadi penyokong pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Persoalan lain terkait pencalonan kembali Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar. Peran oposisi. Tentang keberadaan Golkar di KMP, pendapat responden terbelah. Separuh lebih responden (53,3 persen) setuju dengan sikap Golkar bergabung di KMP. Namun, tidak sedikit yang menyatakan sebaliknya (44,9 persen). Pihak yang setuju melihat peran oposisi sama terhormatnya dengan peran pendukung pemerintah. Sementara itu, bagi yang kontra memandang peran oposisi akan merugikan citra Golkar, apalagi sepanjang lebih dari tiga dekade, Golkar berperan sebagai partai pendukung pemerintah.

Jika sikap responden dibelah berdasarkan pilihan partainya pada pemilu, ada kecenderungan pola sikap responden mengikuti pilihan partai politiknya. Responden pemilih partai politik yang sekarang bergabung dalam KMP cenderung menyetujui Golkar berada dalam koalisi ini. Sementara responden pemilih partai politik yang tergabung dalam KIH berpendapat sebaliknya. Dari kelompok responden pemilih Golkar, misalnya, tiga dari empat responden sepakat jika partai ini bergabung dalam KMP. Hal sama ditemukan pada kelompok responden pemilih Gerindra, sebagian besar pemilihnya setuju jika Golkar menjadi penyeimbang pemerintah. Sebaliknya, separuh lebih responden dari kelompok pemilih PDI-P dan Nasdem yang tergabung dalam KIH tidak setuju Golkar menjadi partai oposisi.

Menariknya, penyikapan soal arah baru Golkar pada munas, khususnya yang digelar 30 November-4 Desember 2014 di Bali, diyakini tidak akan banyak mengubah haluan politik Golkar. Baik responden pemilih partai politik anggota KMP maupun KIH cenderung masih meyakini Golkar tidak akan beralih kongsi politik di parlemen. Kinerja Golkar. Terlepas dari sikap tentang keberadaan Golkar di KMP, penilaian publik pada kinerja Partai Golkar masih jauh dari harapan. Separuh lebih responden menilai kinerja partai ini terkait fungsi-fungsi kepartaian belum memuaskan. Demikian pula penilaian terhadap kepemimpinan Aburizal Bakrie yang selama ini dipandang tidak memuaskan.

Dukung Jokowi dalam Person of The Year by Majalah TIME Person of The Year 2014

Ketidakpuasan ini terkait dengan kinerja Partai Golkar di bawah kendali Aburizal Bakrie yang dinilai tidak lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah kegagalan Partai Golkar dalam Pemilu dan Pemilu Presiden 2014. Meski perolehan suara Golkar cenderung stabil (berkisar 14 persen), perolehan kursi di DPR menurun. Jika pada Pemilu 2009 Golkar merebut 106 kursi DPR, pada Pemilu 2014 kursi yang diraih hanya 91. Hal sama terjadi dalam pilpres. Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang menjadi tokoh politik pertama yang mendeklarasikan diri sebagai capres menjelang 2014, gagal maju menjadi calon presiden atau wakil presiden. Pilihan politik Golkar yang lalu mendukung Prabowo Subianto pun dinilai gagal karena kalah. Kegagalan ini yang membuat Aburizal cenderung ditolak maju kembali sebagai ketua umum.
Dengan demikian, wajar jika persepsi publik terhadap rencana Aburizal maju kembali sebagai ketua umum cenderung negatif. Sebanyak 62,4 persen responden tidak setuju jika Aburizal maju kembali sebagai pemimpin ”Partai Beringin”. Jika ditelusuri dari latar pilihan partai politik, dukungan Aburizal banyak diberikan oleh responden pemilih Golkar. Sebaliknya, responden pemilih partai politik lain cenderung menolak. Bahkan, responden pemilih Partai Keadilan Sejahtera, yang notabene menjadi satu kubu dengan Golkar di KMP, lebih banyak yang menolak Aburizal maju kembali sebagai ketua umum. Modal politik. Menariknya, betapapun muncul penolakan publik terhadap sosok Aburizal, Golkar masih memiliki modal politik yang besar, yakni jaringan luas dan dukungan pemilih yang relatif loyal. Setidaknya 72,7 persen dari responden pemilih Golkar mengaku akan tetap memilih partai ini meski Aburizal terpilih kembali sebagai Ketua Umum Golkar. Sikap serupa akan diambil responden jika munas memutuskan Golkar tetap dalam barisan KMP.

Loyalitas ini juga ditopang jaringan partai yang cukup luas. Hasil survei Kompas pra-Pemilu 2014 mencatat, pendukung terbesar Golkar adalah pemilih yang tinggal di pedesaan. Golkar relatif mampu mempertahankan basis dukungannya di luar Jawa dalam dua pemilu terakhir. Dibandingkan Pemilu 2009, pada Pemilu 2014 Golkar memperoleh peningkatan dukungan dari pemilih di perkotaan dan Pulau Jawa. Pengalaman berpolitik selama 50 tahun juga menjadi modal besar bagi Golkar untuk mampu bertahan di panggung politik nasional. Hal ini diakui separuh lebih responden dalam jajak pendapat. Sebaliknya, responden menilai hal yang menjadi kelemahan partai ini adalah adanya anggapan tentang Golkar sebagai partai warisan Orde Baru.


Meski konflik internal bukan hal baru bagi Golkar, kisruh menjelang munas harus diakui sebagai ujian politik bagi soliditas partai. Sejarah telah merekam bagaimana kemampuan partai ini dalam menyelesaikan konflik, khususnya yang melahirkan partai-partai politik baru yang didirikan tokoh Golkar setelah gagal dalam kontestasi politik di internal Golkar. Namun, sejarah juga mencatat partai ini mampu bertahan. Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum Partai Golkar, dalam bukunya, Golkar Way, mencatat salah satu hal yang membuat Golkar bertahan menghadapi gelombang politik. Kemampuan Golkar mendayagunakan kelembagaan yang mengakar kuat dan secara bersamaan melakukan penyesuaian terhadap lingkungan yang berubah membantu Golkar bertahan. Tentu saja konflik kali ini kembali menguji apakah akar beringin masih kuat menopang atau lapuk diterjang konflik kepentingan. (Yohan Wahyu/LITBANG KOMPAS)
Dukung Jokowi dalam Person of The Year by Majalah TIME Person of The Year 2014