Translate

Showing posts with label LOKAL. Show all posts
Showing posts with label LOKAL. Show all posts

Tuesday, September 27, 2016

Daftar Pemenang JOMC 2016

Jember Open Marching Competition (JOMC) 2016 yang berlangsung sejak 23-25 September 2016 telah selesai digelar. Event Marching Band Competition terbesar di Asia ini telah menjadi event Marching Band Internasional tahunan yang diselenggarakan di Kabupaten Jember. Terdapat 7 negara yang berpartisipasi dalam event ini yaitu Malaysia, Thailand, China, Taiwan, Filipina, Afrika Selatan dan Jepang. Selain itu juga diikuti oleh peserta dari 15 kota/kabupaten di Indonesia. Tidak hanya itu juri-juri dari JOMC ini juga berkompeten karena selain berasal dari Indonesia juri yang hadir juga berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Amerika Serikat dll. 
Berikut Hasil Final Jember Open Marching Competition (JOMC) 2016
Tenor Individual Contest
 
PIT Individual Contest
http://adf.ly/1eZbDw
#untuk kolom ranking memang ada kesalahan, tetapi tetap total point yang tertinggi yang menjadi pemenang.

Snare Drum Individual Contest
http://adf.ly/1eZad7

Color Guard Male Individual Contest
http://adf.ly/1eZafa

Color Guard Female Individual Contest
http://adf.ly/1eZb71

Duet Color Guard
http://adf.ly/1eZb71
  
Colour Guard Contest
http://adf.ly/1eZb71

Street Parade Percussion
http://adf.ly/1eKjeq

Street Parade Full Band

Marching Show Band Finals Open Class
http://adf.ly/1eKjcO

Marching Show Band Finals Wolrd Class
http://adf.ly/1eKjaF

























Friday, July 15, 2016

Indahnya Gunung Condong, Sruweng, Kebumen

Gunung Condong, Sruweng, Kebumen

            Gunung Condong merupakan salah satu bukit yang terindah yang dimiliki oleh Kebumen. Gunung Condong ini terletak di Desa Condong Campur, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Gunung Condong terletak di kawasan Pegunungan Menoreh yang membelah Jawa Tengah. Gunung Condong merupakan salah satu bukit yang tertinggi di Kebumen. Oleh karena itu, Gunung Condong menjadi tempat yang sangat ideal untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Gunung Condong ini merupakan kawasan yang sejuk mengingat bukit ini dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi dan juga rindang. Selain itu, bukit yang menjadi salah satu andalan Desa Condong Campur ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan bukit yang lain. Salah satunya adalah terdapatnya sumber mata air di atas bukit. Hal ini jarang sekali ditemui di bukit-bukit lain. Sumber mata air ini terbilang unik karena keluar dari bagian puncak bukit yang tinggi. Sumber mata air ini sangat jernih dan juga menyegarkan. 

            Keunikan lain yang dimiliki oleh Gunung Condong lainyya yaitu terdapatnya sebuah makam dari salah satu sesepuh Desa Condong Campur. Makam ini terletak di atas sumber mata air dan berada di bagian bawah puncak Gunung Condong. Sebelum menuju puncak Gunung Condong, anda akan menjumpai sebuah makam yang telah dibuatkan bangunan di atasnya seperti rumah, di mana makam tersebut dikenal sebagai makam dari Trunojoyo. Penulis sendiri kurang paham dengan sosok beliau namun penulis beranggapan bahwa beliau adalah salah satu penyebar agama Islam di Desa Condong Campur. Hal ini dikarenakan keberadaan makam yang ada di Gunung Condong memiliki kesamaan dengan keberadaan makam yang ada di Gunung Sari. Bukit Gunung Sari sendiri merupakan sebuah bukit yang berada di Desa Donosari yang terletak tidak jauh dari Desa Condong Campur tersebut. Gunung Sari sendiri berada di sebelah selatan Gunung Condong. Di puncak Gunung Sari juga terdapat makam yang telah dibuatkan seperti bangunan rumah di atasnya. Makam tersebut adalah seorang penyebar agama Islam di Desa Donosari tersebut. Namun di puncak Gunung Sari tidak hanya satu makam yang nampak, ada beberapa makam yang ditempatkan di bagian bawah makam utama. Oleh sebab itu penulis berasumsi bahwa makam Trunojoyo yang ada di Gunung Condong adalah makam seorang penyebar agama Islam di Desa tersebut.

            Di Gunung yang juga berbatasan langsung dengan Kecamatan Karanggayam tesebut juga terdapat pemancar radio yang terletak di puncak bukit tersebut. Dari tulisan yang berada di pemancar radio tersebut tertulis “RADIO ANTAR”. Penempatan pemancar radio di puncak Gunung Condong tersebut memang cukup beralaskan, karena puncak Gunung Condong memang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kebumen. Sehingga memudahkan sinyal saluran radio dapat diterima baik oleh masyarakat luas.
            Keunikan lainnya yang dimiliki Gunung Condong ini yaitu terdapatnya populasi kera/monyet di bukit tersebut. Jika beruntung, para pengunjung akan menjumpai kawanan kera/monyet di sekitar Gunung Condong. Namun perlu diperhatikan bahwa kawanan kera tersebut merupakan kera liar sehingga jika tidak hati-hati barang bawaan Anda bisa direbut. Namun kejadian ini jarang terjadi mengingat kera-kera tersebut masih sangat asing berdekatan dengan manusia, terlebih lagi sekarang kawanan kera tersebut jarang menampakkan dirinnya.

            Akses jalan menuju Gunung Condong terbilang mudah, karena jalan sudah dicor sehingga kendaraan roda dua atau empat bisa melaju dengan mudah. Untuk petunjuk arah menuju Gunung Condong ini memang bisa dibilang tidak ada, karena masih sangat sedikit pengunjung yang datang menuju Gunung Condong. Para pengunjung biasanya datang hanya dengar dari mulut ke mulut saja. Berbeda dengan bukit-bukit lainnya yang sudah cukup terkenal seperti Bukit Langit dan Pentulu Indah yang sudah ditata rapi oleh masyarakat sekitar sehingga petunjuk arah menuju kedua bukit tersebut cukup jelas. Oleh karena itu, wisata Bukit Langit dan Pentulu Indah mampu menarik wisatawan yang cukup banyak untuk berkunjung ke tempat tersebut. Sementara itu, Gunung Condong masih sepi pengunjung karena memang belum dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar atau memang sengaja dibiarkan begitu saja oleh masyarakat sehingga tidak dikelola dengan baik, mungkin masyarakat ingin menjaga kesakralan makam yang ada di Gunung Condong. Entahlah..

Jika ingin ke Gunung Condong, pengunjung bisa melalui beberapa arah seperti dari Kecamatan Sruweng, Kecamatan Pejagoan dan Kecamatan Karanggayam. Mengingat penulis berasal dari Kecamatan Sruweng sehingga penulis hanya hafal arah dari Kecamatan Sruweng. Arah dari Kecamatan Sruweng bisa dimulai dari jalan raya Sruweng kemudian mengambil jalur pertigaan (timur Kelurahan Sruweng) terus menuju utara. Setelah itu anda akan memasuki kawasan Desa Tanggeran. Dari Desa ini anda cukup mengikuti jalan terus hingga Pasar Kejawang, setelah itu lurus ke utara. Sampai di Bank BRI, anda pilih jalan ke arah kiri (timur). Setelah itu, ikuti jalan hingga Balai Desa Kejawang, dan ikuti jalan ke timur lalu ikuti jalan hingga sampai Desa Pandansari. Ketika sampai Desa Pandansari ikuti jalur yang lurus dan ke arah utara nanti hingga perlimaan ambil jalur lurus ke arah Condong Campur. Nanti ada pertigaan, dan  terdapat papan penunjuk pilih ke arah Balai Desa Condong Campur/ke arah kanan (timur). Namun, Gunung Condong sendiri terletak sebelum Balai Desa Condong Campur, sehingga Anda bisa berhenti menggunakan kendaraan Anda di titik di mana terdapat sebuah gardu kecil (sebelah kanan jalan). Anda bisa menitipkan kendaraan di gardu tersebut, di sebelah kiri terdapat jalan setapak menuju arah Gunung Condong.Namun perlu diperhatikan bahwa banyak sekali persimpangan jalan ketika menuju Gunung Condong dari arah jalan raya Sruweng, oleh karena itu, sebaiknya Anda bertanya pada penduduk setempat. Selain melalui Desa Pandansari, Anda juga bisa melalui desa Karangjambu yang diteruskan ke Desa Donosari/Penusupan, lalu menuju Desa Condong Campur. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa “Banyak jalan menunju Roma”, sehingga jalur menuju Gunung Condong juga bisa dilalui melalui berbagai jalur.

Untuk menuju Gunung Condong dari Kecamatan Pejagoan, penulis tidak terlalu paham tetapi Anda bisa memulai dari Desa Peniron kemudian ke Desa Condong Campur. Untuk video tentang Gunung Condong, Anda bisa cek di channel youtube saya yaitu Ngapak Vlog. Tinggal masuk ke youtube dan ketik Ngapak Vlog di kolom pencarian youtube. Nanti keluar channel youtube saya dan di dalamnya terdapat video perjalanan saya di Gunung Condong. 



Friday, June 24, 2016

Wisata Kuliner Jawa Tengah



Wisata Kuliner Jawa Tengah

            Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi di Pulau Jawa tentu memiliki makanan khas sendiri dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Hampir setiap daerah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah memiliki kuliner sendiri-sendiri. Salah satunya adalah Kota Semarang yang menjadi Ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki kuliner khas Lumpia yang diadaptasi dari makanan Tiongkok. Selain itu, di pesisir Jawa Tengah bagian selatan juga memiliki makanan unik seperti Kabupaten Purworejo yang memiliki makanan khas Clorot yang dibungkus daun kelapa. Berikut daftar makanan khas Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.


Monday, June 13, 2016

Bencana Longsor Penusupan, Sruweng

Ketika Tangan Manusia Bertingkah
            Pagi hari ayam mulai berkokok, meski matahari belum nampak tetapi sinarnya telah menerangi desaku. Yah, desaku memang dikelilingi oleh perbukitan, di sekelilingnya tampak tebing-tebing menjulang tinggi. Ku coba untuk membuka mata, tapi seolah-olah mata enggan untuk membukanya. Biasanya memang ketika mati lampu, dan hari mulai pagi secara refleks ketika terbangun dari tidurnya, mata akan sulit untuk membukakan kelopaknya. Pada saat itu desaku memang mengalami mati lampu, akupun sebenarnya tidak begitu banyak bertanya-tanya pada ibuku yang sudah terbangun guna mempersiapkan sarapan pagi. Wajar, tadi malam habis hujan lebat sehingga aku tidak menghiraukan mengapa mati lampu terjadi. Setelah siap, saya melangkahkan kaki untuk berangkat sekolah. Saya adalah siswa kelas 1 SD di Sekolah Dasar Negeri 2 Donosari. Dengan menempuh perjalanan sekitar 15 menit, saya akhirnya sampai di sekolah yang terletak di kaki sebuah bukit, orang di sini sering menyebutnya dengan Gunung Sari. Namun, sekolah kali ini nampak berbeda, karena tidak ada aktivitas belajar mengajar. Salah satu guru mengumumkan bahwa hari ini akan pulang lebih awal. Sebelum pulang kami semua membersihkan ruang kelas dan sekolah. Saya membersihkan halaman sekolah bersama teman-teman lain dengan menggunakan sapu lidi. Nampaknya hujan lebat telah menggugurkan daun-daun yang berasal dari salah satu pohon yang berada tepat di halaman sekolah.
            Alasan pulang sekolah lebih awal karena telah terjadi tanah longsor di desa sebelah, sebut saja Desa Penusupan, memang tidak terlalu aku pedulikan. Hingga akhirnya kewajiban membersihkan halaman sekolah telah selesai, siswa-siswa boleh pulang. Sesampai di rumah, sayapun penasaran dengan bencana tanah longsor di Desa Penusupan yang menimpa beberapa rumah warga. Lokasi terjadinya bencana longsor tersebut berada di daerah perbatasan antara Desa Sidoagung, Desa Karang Jambu dan Desa Donosari tersebut, sehingga banyak warga yang bergotong-royong membantu evakuasi. Dengan penuh penasaran saya menuju lokasi, betapa terkejutnya saya ketika melihat lokasi tersebut. Betapa tidak, empat rumah luluh lantah tertimbun oleh tanah. Selain itu nampak warga yang tengah mencari jenasah-jenasah yang tertimbun tanah longsor. Raut muka warga yang hadir nampaknya berkerudung oleh kesedihan. Mereka tidak tega melihat apa yang telah menimpa tetangga mereka.
            Dengan penuh penasaran, saya menyusuri beberapa kerumunan orang. Karena tidak diperbolehkan ke Tempat Kejadian Perkara, saya memutuskan untuk menengok di salah satu kerumunan warga yang sedang memandikan jenasah yang telah berhasil dievakuasi. Ketika itu, saya melihat betapa tubuh sesosok mayat tersebut dipenuhi oleh balutan-balutan tanah. Saat air membasahi tubuh sesosok mayat yang berumur belasan tahun tersebut, tanah-tanah yang melekat di tubuhnya sedikit demi sedikit telah menghilang. Memang suasana hari itu nampaknya dirundung oleh hati yang sedih dan miris melihat apa yang terjadi. Inilah momen-momen yang selalu ku ingat sampai sekarang.
            Kejadian tanah longsor di Desa Penusupan menjadi miris sekali ketika melihat upaya yang telah dilakukan oleh desa ini untuk melakukan penghijauan. Perlu diketahui bahwa Desa Penusupan merupakan salah satu sesa yang berhasil melakukan penghijauan di Indonesia, bahkan memanangkan kejuaraan tingkat nasional sebagai Desa yang berhasil melakukan penghijauan. Ironis bukan?. Tapi ingat bahwa suatu peristiwa terjadi pasti ada penyebabnya.
            Keberhasilan Desa ini mencapai ranking tertinggi sebagai desa yang berhasil melakukan penghijauan ternyata membuat warganya terlena. Alih-alih ingin memperoleh pendapatan yang berlebih, membuat beberapa warga memilih untuk melakukan penebangan pohon yang kurang memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Ditambah lagi dengan merosotnya harga cengkih pada waktu itu membuat sebagian besar warga memilih untuk menggantinya dengan pohon pinus dan jati. Namun sayang seribu sayang, bukit yang dulu hijau justru berubah menjadi kering karena hanya ditumbuhi oleh semak-semak belukar dan rumput. Terlebih lagi aksi pembabatan lahan justru belum menghasilkan pohon-pohon dewasa. Ketika datang hujan, beban akar-akar pohon yang tersisa semakin berat untuk menampung resapan air, hingga akhirnya akar-akar dari pohon tidak mampu menahan air yang melimpah dan berujung pada terjadinya tanah longsor.
Berikut foto-foto bencana longsor di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kebumen 5 Oktober 2001

http://www.popcash.net/home/56215

http://www.popcash.net/register/56215

 

Saturday, May 14, 2016

Mc Dono Ayam Goreng

Mc Dono : Ayam Goreng

Mc Dono merupakan salah satu nama warung makan pinggir jalan yang menyediakan ayam goreng tepung sebagai salah satu andalan produk makanannya. Mc Dono memang mengadopsi nama dari Mc Donalds yang sudah sangat terkenal di dunia berkat ayam gorengnya. Mc Dono menyediakan ayam goreng crispy disertai lauk khas lalapan. Ayam Goreng Mc Dono memang memiliki rasa yang enak dan gurih. Selain itu rasa crunchy balutan tepungnya dan lembut serta gurih di dalamnya menjadikan Mc Dono digemari penikmat ayam goreng. Dengan porsi nasi yang sedang dan lalapan dengan sambalnya yang pedas dan gurih, ayam goreng Mc Dono menjadi semakin nikmat. Harga yang murah hanya 6.000 saja menjadikan Mc Dono diserbu oleh pelanggan-pelanggannya terutama dari kalangan mahasiswa. Anda juga bisa memesan 1 porsi Mc Dono dengan double ayam goreng.
Mc Dono Jember
Warung makan Mc Dono di Jember salah satunya terletak di Jalan Jawa. ( Secara fisik, Mc Dono memang sama dengan warung makan pinggir jalan lainnya yang hanya menggunakan terpal sebagai atap dan gerobak saja. Untuk menikmati Ayamg Goreng Mc Dono anda bisa memakannya langsung di tempat dengan cara lesehan atau dibungkus di bawa pulang. Sehingga jangan salah, untuk menemukan warung makan Mc Dono karena banyaknya warung maka Anda bisa mengenalinya dengan papan nama yang tertulis di gerobak. Ketika anda ingin menikmati ayam goreng Mc Dono, anda harus antri dulu karena Mc Dono selalu ramai diserbu pembeli. Tetapi yang membuat nilai positif dari ayam goreng ini yaitu ayam goreng yang tersaji masih dalam keadaan hangat karena proses penggorengan dilakukan di tempat.
Denah Lokasi Mc Dono di Jalan Jawa (Lingkungan Universitas Jember)
http://adf.ly/1Zp8KV