Translate

Showing posts with label SURVEI. Show all posts
Showing posts with label SURVEI. Show all posts

Monday, November 24, 2014

Ayo Dukung Jokowi dalam Polling Person of The Year by Majalah Time


Majalah Time : Person of The Year
Jika kamu pendukung Jokowi sejati, ayo dukung Jokowi! 
source : detiknews.com

Untuk Dukung Jokowi klik di sini Joko Widodo by TIME Magazine
Untuk Lihat Hasilnya klik di sini Hasil Sementara Polling Person of The Year


Majalah TIME Person of The Year  
Majalah TIME kembali membuat polling Person of The Year. Nama Presiden Joko Widodo masuk di dalamnya, berhadapan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Bagaimana hasilnya sejauh ini?

Polling dibuka sejak pertengahan November dan akan ditutup pada 6 Desember 2014 nanti. Sementara pengumuman Person of The Year akan dilakukan 8 Desember mendatang.

Sejauh ini, Jokowi berada di ranking ke-7 dengan 2,9 persen. Sementara di posisi puncak ada Narendra Modi dengan 13,5 persen. Presiden AS Barack Obama di posisi 12 dengan 2,3 persen, lalu Presiden Rusia Vladimir Putin di ranking ke-2 dengan 6,6 persen.

Dalam situs time.com, Senin (24/11/2014), foto Jokowi itu terpampang mengenakan kemeja putih head to head dengan Narendra Modi. Di bawah foto Jokowi tertulis keterangan mengenai profil singkat.

"Presiden Indonesia, mantan penjual mebel yang dikenal dengan nama Jokowi, adalah pemimpin negara pertama yang tidak berasal dari kaum elite," tulis TIME dalam profil singkat Jokowi.

Sementara Narendra Modi ditulis dalam profil singkatnya sebagai pemimpin yang kontroversial dan kuat dalam pengembangan ekonomi.

TIME menggelar voting Person of The Year untuk mengumpulkan opini publik internasional terhadap 50 tokoh dunia.
Person of The Year telah dilakukan TIME selama lebih dari 9 dekade. Tokoh yang terpilih adalah tokoh yang dinilai terbaik atau terburuk, dan sebagian besar kisahnya mempengaruhi berita atau kehidupan banyak orang.
"Pilihan ini dibuat oleh editor TIME, tapi kami selalu tertarik untuk mendengar siapa pembaca kami untuk mengambil judul," tulis TIME.

Para voters dapat memberikan pilihannya melalui Facebook, Twitter dan situs TIME.com sendiri. Setiap voting yang diberikan melalui media sosial diharapkan memberikan tagar #TIMEPOY.
Untuk Dukung Jokowi klik di sini Joko Widodo by TIME Magazine 

Untuk Lihat Hasilnya klik di sini Hasil Sementara Polling Person of The Year

Ikuti juga Polling untuk Indonesia INDONESIA SURVEI
Berikut hasil sementara polling person of the year sejak postingan ini dibuat:

 Ranking 1-10

Ranking 11-20

Ranking 21-30

Ranking 31-40

Ranking 41-50

Saturday, October 4, 2014

Polling BUMN Web Awards 2014


Jakarta – Beritasatu.com kembali memberikan penghargaan bagi BUMN dalam ajang “BUMN Web Awards 2014”. Seperti pada tahun sebelumnya, penghargaan ini diberikan bagi BUMN karena telah menggunakan web sebagai sarana komunikasi dan transaksi secara digital dengan baik.
Tahun ini, jumlah BUMN yang lolos seleksi sebanyak 48 perusahaan. Proses seleksi BUMN ini didasarkan pada empat kriteria. Pertama, web BUMN itu aktif digunakan. Kedua, web BUMN masuk dalam peringkat Alexa Indonesia. Ketiga, pengelola web melakukan up date informasi selambatnya empat bulan terakhir terhitung sejak 1 Juli 2014, dan keempat, mencatat technical error di bawah 150.
Ke-48 BUMN yang telah lolos berpeluang memenangkan berbagai kategori di dalam “BUMN Web Awards 2014”, termasuk di antaranya web BUMN pilihan pembaca. Untuk penghargaan pilihan pembaca, Beritasatu.com memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dengan memilih BUMN yang telah dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya masing-masing.

Pada sektor Asuransi, BUMN yang termasuk dalam kategori ini adalah PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja, PT Asuransi Kasa Indonesia, PT Asuransi Jiwa Sraya, PT Reasuransi Umum Indonesia, PT Asei Re, dan Perum Jaminan Kredit Indonesia.

Di sektor Jasa Keuangan, BUMN yang lolos seleksi adalah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Danareksa, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani.

Sedangkan untuk sektor Jasa Lainnya, BUMN yang bisa dipilih adalah PT Bio Farma, PT Hotel Indonesia Natour, PT Telkom Tbk, Perum Peruri, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Pindad, dan PT Sucofindo.

Selanjutnya, web Perum Perumnas, PT Semen Indonesia Tbk, PT Nindya Karya, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya Tbk bisa dipilih dalam kategori sektor konstruksi.

Kemudian, untuk sektor Pertambangan dan Energi, pembaca bisa memilih web PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Aneka Tambang Tbk, PT PLN, PT Timah, PT Pertamina, dan PT Perusahaan Gas Negara.

Sektor selanjutnya adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan nominasi Perum Bulog, Perum Perikanan Indonesia, PT Pupuk Indonesia Holding Company, PT Perkebunan Nusantara X, PT Perkebunan Nusantara XIII, dan PT Perkebunan Nusantara IX.

Sedangkan sektor terakhir yang bisa dipilih pembaca adalah Transportasi dan Pergudangan, terdiri dari Perum LPPNPI (Airnav), PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelabuhan Indonesia II, PT Pelabuhan Indonesia III, PT Jasa Marga Tbk, PT Kereta Api Indonesia, PT Pos Indonesia, dan Perum Damri.
Polling pembaca dimulai sejak 17 September 2014 hingga 12 Oktober 2014. Penghargaan kepada pemenang akan diberikan pada 15 Oktober 2014.
Untuk mengikuti pollingnya bisa klik di sini  

Ayo ikutan survei dan polling demi kemajuan INDONESIA KLIK LINKNYA INDONESIA BISA, INDONESIA BANGKIT
Update Perolehan Medali ASIAN GAMES 2014 ASIAN GAMES 2014 Standing

Sunday, September 28, 2014

SBY, Bapak Pilkada Tak Langsung

SBY, Presiden Terlicik yang Pernah Dimiliki Indonesia 
Source : Baranews.co  
Seharusnya kita, rakyat Indonesia pendukung pilkada langsung sadar bahwa ketika SBY melalui akun YouTube-nya, pada Minggu, 14 September 2014 menyatakan sikapnya bahwa dia (tentu saja otomatis Partai Demokrat) telah mengambil sikap untuk mempertahankan pilkada langsung, karena itulah yang sangat diinginkan rakyat. Sesungguhnya dia sedang mengulangi taktiknya membohongi parpol-parpol pendukung pilkada langsung (PDIP cs), dan terutama kita, rakyat Indonesia. Parpol-parpol sebesar PDIP saja bisa diperdayai, apalagi rakyat biasa. 

Taktik Lama SBY 
Taktik yang sama sebetulnya pernah SBY lancarkan ketika menjelang Pilpres 2014, yaitu dalam beberapa pernyataannya yang memberi indikasi kuat bahwa pihaknya tidak bakal mendukung dan memilih Prabowo-Hatta. Hal itu tercermin antara lain dengan pernyataannya bahwa dia tidak akan memilih calon presiden yang berbahaya bagi bangsa dan negara. Meskipun tidak menyebutkan nama, jelas yang dimaksudnya adalah Prabowo Subianto. Karena ketika itu SBY menyampaikan pernyataannya itu disertai dengan sindirannya ada calon yang manifesto politik parpol-nya ingin UUD 1945 dikembalikan seperti sebelum amandemen, dan anti terhadap investor-investor asing yang dikatakan telah menguasai Republik ini. Hanya Gerindra-lah yang mempunyai manifesto politik sepert itu. Di lain kesempatan SBY juga menyatakan bahwa Partai Demokrat memutuskan netral, artinya tidak berkoalisi dengan PDIP/Jokowi, maupun dengan Gerindra/Prabowo. 
Faktanya, para petinggi dan kader Demokrat dalam sikapnya berpihak kepada Gerindra/Prabowo, dan dibiarkan. Mungkin diam-diam diapun bersikap yang sama. Bahkan saat pencoblosan, mungkin SBY memilih Prabowo. Mundur lagi ke belakang, putusnya hubungannya dengan Megawati, berawal dari ketidakjujuran SBY ketika ditanya Megawati yang waktu itu menjadi atasannya (Megawati presiden, SBY menteri), menjelang Pilpres 2004. Waktu itu lebih dari sekali Megawati meminta konfirmasi kepada SBY, apakah benar diaakan ikut mencalonkan diri sebagai presiden. SBY menjawabnya, tidak. Ternyata, diam-diam dia sedang menyusun strateginya untuk mencalonkan diri di Pilpres 2004, bersaing dan berhasil mengalahkan Megawati. Ketika itu strategi yang dijalankan SBY adalah strategi mengambil hati rakyat Indonesia, yang dilakukan dengan menempatkan dirinya sebagai korban yang dizalimi Megawati. Mayoritas pemilih di Pilpres 2004 itu berhasail diperdayai, sehingga memilihnya, dan dia menang. Sejak itu SBY berkali-kali menggunakan strategi sebagai “korban yang zalimi”, sasaran teroris, dan lain-lain, untuk mendapat simpatik dari publik, tetapi lama-kelamaan sudah tidak mempan lagi. Karena rakyat jenuh dan mulai muak dengan taktik yang terus diulang-ulang itu. Strategi itu menjadi bumerang baginya, setiap kali dia curhat ke publik, bukan simpatik yang didapat, melainkan antipati dan kecaman. Saya pernah mengkritik sikap Megawati yang ngotot tidak mau berdamai dengan SBY, dari 2004 sampai sekarang, ternyata Megawati benar, saya keliru. SBY memang sosok yang tidak bisa dipercaya. Orangnya kelihatan saja lembut dan bijak di depan, tetapi di belakangnya sebaliknya. Puncak dari sikapnya ini ditunjukkan menjelang akhir masa jabatannya sebagai Presiden. Dengan mewariskan kembalinya sebagian kekuatan Orde Baru melalui Pilkada tidak langsung. Seharusnya memang sejak awal kita tidak percaya dengan SBY dalam hal RUU pilkada ini. Karena sejak awal, bukankah SBY-lah inisiator dari hasrat untuk mengubah sistem pilkada langsung oleh rakyat menjadi kembali pilkada oleh DPRD? 

Karena Kader Demokrat Selalu Kalah di Pilkada 
Inisiatif SBY itu berawal dari Juni 2012. Kemungkinan besar inisiatif SBY itu didasarkan kepada kekhawatirannya bahwa di hampir semua pilkada langsung, kader-kader Demokrat selalu kalah. Hal ini diyakini sebagai dampak dari tertangkapnya mantan bendahara DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, pada 7 Agustus 2011, setelah dinyatakan buron oleh KPK sejak April 2011. Tertangkapnya Nazaruddin dengan “nyanyian mautnya” berhasil menyokot petinggi-petinggi lainnya di Demokrat. Satu persatu petinggi Demokrat, ditangkap dan dipenjarakan KPK. 
Akibatnya, kredibilitas Demokrat terjun bebas di mata rakyat. Dampaknya hampir di semua pilkada, kader (yang didukung) Demokrat kalah. Semakin khawatir dengan fenomena ini, yang memunculkan ide SBY untuk berinisiatif mengajukan perubahan UU Pilkada tersebut. Dengan dasar pertimbangan, di pilkada langsung, semakin tipis kader Demokrat bisa menang, karena rakyat sudah tidak percaya lagi kepada mereka. Rakyat tidak bisa diatur. Tetapi, kalau di DPRD, pasti semua itu bisa diatur. Ketika mengajukan inisiatif dan naskah akademik RUU Pilkada yang isinya pilkada diubah menjadi melalui DPRD, pada 6 Juni 2012, semua parpol, termasuk Gerindra cs menolaknya. Dalam rentang waktu pembahasan RUU tersebut selama dua tahun ini, pemerintah dua kali mengubah usulannya. Awalnya mengusulkan gubernur dipilih oleh DPRD, bupati/walikota dipilih langsung. Berubah menjadi sebaliknya, gubernur dipilih langsung, bupati/walikota dipilih oleh DPRD. Setelah Prabowo kalah di Pilpres 2014, yang dikuatkan oleh MK pada 21 Agustus 2014, Gerindra dan parpol-parpol pendukungnya yang bergabung di Koalisi Merah Putih tiba-tiba berubah sikapnya 180 derajat. Mereka segera memanfaatkan RUU Pilkada tersebut dengan mendukung semua kepala daerah harus dipilih oleh DPRD. Tentu saja dengan maksud dan strategi politik tersembunyi terhadap pemerintahan Jokowi-JK, mengepung Jokowi dari seluruh daerah, melemahkannya, bilamana perlu melengserkannya di tengah jalan. Amien Rais pernah mengutarakan agendanya untuk dalam satu tahun akan melengserkan Jokowi. 


Survei popularitas SBY setelah tidak lagi mnejabat sebagai Presiden RI lagi PopularitaS SBY


Strategi Licik SBY
SBY sebenarnya diam-diam sangat senang, karena KMP malah mendukung lebih dari apa yang diainginkan, yaitu bukan hanya gubernur, atau bukan hanya bupati/walikota, tetapi dua-duanya, yaitu gubernur dan bupati/walikota harus dipilih oleh DPRD. Tetapi, seiring dengan itu pula, semakin besar pula penolakan dari rakyat terhadap pilkada tidak langsung. Tentu, SBY tidak berani terang-terangan menentang kehendak rakyat itu, mengingat citranya selama 10 tahun menjadi presiden relatif cukup baik. SBY adalah sosok yang sangat mementingkan pencitraan, dia tentu tak mau citranya rusak di mata rakyat, tetapi itulah yang kini terjadi. SBY sangat pintar menyembunyikan perasaan sebenarnya, sambil diam-diam menyusun strategi baru, bagaimana caranya untuk tetap bisa tampil dengan pencitraan sebagai presiden yang perduli terhadap aspirasi rakyat banyak, tetapi bersamaan dengan itu mendukung pilkada tidak langsung. Pada Minggu, 14 September 2014 itu dimulailah strategi dan sandiwara politik itu. Dengan memanfaatkan akun YouTube-nya, “Suara Demokrasi”, SBY menyatakan bahwa dia mendukung untuk mempertahankan Pilkada langsung oleh rakyat. Alasannya secara historis, pilkada langsung sudah sangat sesuai dengan aspirasi rakyat. Sandiwara dilanjutkan oleh Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, yang melalui konferensi persnya beberapa hari setelah pernyataan SBY itu, menyatakan mendukung sepenuhnya pilkada langsung, dengan embel-embel pilkada langsung dipertahankan dengan sepuluh perbaikan yang harus dilakukan. Setelah itu, tibalah permainan sandiwara puncak digelar. 
Tempatnya di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta Pusat, waktunya, Kamis, 25 September – 26 September 2014 dini hari, melalui penyampaian pendapat oleh fraksi-fraksi, perdebatan dan lobi-lobi yang alot dan melelahkan. Dalam penyampaian pendapatnya, Partai Demokrat menyatakan mendukung mempertahankan pilkada langsung tetapi harus dengan syarat mutlak, yaitu DPR harus setuju dengan 10 syarat yang disebutkan itu. Padahal sebelumnya 10 syarat itu tidak pernah disinggung, apalagi sebagai syarat mutlak. Dengan usulan Demokrat itu, maka akan terdapat tiga opsi, yaitu opsi pilkada tetap langsung oleh rakyat, pilkada tidak langsung (oleh DPRD), dan ketiga pilkada langsung dengan 10 syarat mutlak yang disampaikan Demokrat itu. Sangat gampang ditebak, Demokrat sengaja menyampaikan 10 syarat mutlak itu, karena mereka yakin, semua fraksi, termasuk PDIP cs, pasti menolaknya. Oleh karena itu ketika juru bicara Demokrat, Benny Kabur Harman menyampaikan pendapat dan usulanya itu, dan langsung didukung sepenuhnya oleh PDIP dan PKB, tanpa dapat dicegah, spontan Benny menunjukkan ekspresi terkejut. Dia kaget luar biasa, PDIP dan PKB malah mendukung usulannya yang diharapkan akan ditolak PDIP cs itu. Tetapi, Benny lega karena semua fraksi di KMP menolak opsi Demokrat itu – sesuatu yang sesuai dengan skenarionya. Maka itulah, Benny kemudian melanjutkan sandiwara Demokrat. 
Dia menyatakan, “Sebagai partai yang menjunjung tinggi kesantunan, kami tidak ingin keberadaan kami menjadi persoalan. ... Dengan demikian, kami mengambil sikap netral dan walkout dari persidangan,” disambut dengan tepuk tangan riuh dari fraksi-fraksi di KMP. Jelas sekali pernyataan Benny K Harman ini sangat kontradiksi. Bagaimana bisa dia mengatakan khawatir keberadaan Demokrat menjadi persoalan, kalau keberadaan mereka justru sangat penting dan dibutuhkan agar opsi pilkada langsung itulah yang menang? Jika Demokrat benar-benar konsisten dengan pernyataan SBY bahwa mereka mendukung pilkada langsung, tentu mereka akan rela mengesampingkan 10 syarat tersebut. Karena bukankah yang paling substantif itu adalah pilkada itu harus tetap dipertahankan dipilih oleh rakyat? 
Kemungkinan besar, yang dimaksud Benny dengan “kerberadaan Demokrat bisa menjadi persoalan” itu adalah persoalan bagi KMP. Lebih konyol lagi, ketika ditanya wartawan, seusai rapat paripurna itu, Benny menuduh pernyataan dukungan dari PDIP dan PKB terhadap opsi yang diajukan Demokrat itu hanya pura-pura, “lip service”, pemanis bibir saja. Dari mana sampai diabisa menarik kesimpulan atas tuduhannya itu? Jelas sekali, ini hanya alasan yang terlalu dicari-cara, yang semakin menujukkan belangnya Demokrat. Hal ini diperkuat dengan tidak beraninya Syarif Hasan dan Ibas untuk melayani wawancara watawan. Kedua petinggi Demokrat itu memilih menghindar dari wartawan. Kalau tidak merasa bersalah, kenapa takut dengan wartawan? Ternyata Demokrat itu, berani berbuat, tetapi tidak berani bertanggung jawab. Sudah licik, pengecut pula! 



SBY Selalu Berseberangan dengan KPK 
 Jelaslah sudah, di penghujung masa jabatannya sebagai presiden, SBY telah berperan penting untuk mengembalikan kekuatan Orde Baru kepada rakyat, yang dulu dengan mati-matian disingkirkan oleh rakyat pada Mei 1998. Hal ini tidak sepenuhnya mengherankan, karena bagaimana pun masih ada bibit-bibit Orde Baru pada dirinya, sama dengan tokoh-tokoh penting lainnya di KMP: Prabowo Subinato, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, dan juga Amien Rais, sang reformis bunglon. Demikian juga semakin jelas sikap SBY dan Demokrat yang sesungguh selalu bertentangan sikap dengan KPK, cocok benar dengan sikap umumnya parpol-parpol di KMP, terutama PKS, yang sebenarnya sangat ingin KPK dibubarkan. KPK secara nyata-nyata menentang pilkada tidak langsung, karena menurut KPK berdasarkan pengalaman mereka dalam melakukan berbagai penyidikan kasus korupsi, justru pilkada oleh DPRD-lah yang akan semakin menyuburkan korupsi. Yaitu melalui kongkalikong kepala daerah dengan DPRD. Karena setelah terpilih dan sepanjang menjadi kepala daerah, keterikatan dan hutang budi antara kepala daerah dengan DPRD itu tetap ada. Kepala daerah akan selalu tunduk pada apa maunya DPRD, kalau tidak ingin diganggu, atau dilengserkan oleh DPRD. Sebelumnya akhirnya opsi pilkada tidak langsung yang menang, pada Kamis (25/9) malam, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menilai, argumentasi bahwa kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat cenderung melakukan korupsi tidaklah tepat. Bambang mengatakan, anggota DPRD yang terjerat korupsi selama ini justru lebih banyak daripada kepala daerah. "Berdasarkan data Djohermansyah Johan (Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri), kepala daerah yang kena kasus korupsi 290 orang. Data kita, DPRD yang kena itu sudah 3.600-an. Waduh berarti 1 tahun 300 tuh dengan jumlah kabupaten dan kota yang sama. Artinya yang paling korup DPRD-nya dong?" kata Bambang.
"Kalau kekuasaan diberikan kepada orang korup itu dengan sistem pemilihan tak langsung, selesailah. Ketemulah dua kekorupannya," ujar Bambang. Bambang menambahkan, kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah cenderung terjadi setelah pilkada sehingga tidak berkaitan dengan proses pilkada langsung. 
Dia mencontohkan kasus penyuapan beberapa kepala daerah kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mokhtar untuk memenangi sengketa pilkada. 
"Dari situ dapat kita simpulkan, korupsi kepala daerah tidak ada hubungannya dengan pemilihan langsung," ujarnya. (Kompas.com) 
* Perjuangan belum selesai, saya yakin RUU Pilkada dengan sistem pilkada tidak langsung itu pasti akan segera digugat ke Mahkamah Konstitusi setelah disahkan. Dan, saya percaya MK akan lebih mendengar aspirasi rakyat daripada DPR dan SBY.

Survei popularitas SBY setelah tidak lagi mnejabat sebagai Presiden RI lagi
PopularitaS SBY

Sebagai hukumannya, kita, rakyat pendukung pilkada langsung, harus lebih tegas dan total, untuk menghukum semua parpol pendukung pilkada tidak langsung itu, dengan tidak akan memilih mereka di pemilu 2019. SBY pasti sedang berbohong, ketika dari Washington DC, Amerika Serikat, menyampaikan kekecewaannya atas menangnya pilkada tidak langsung. Kalau sungguh-sungguh diakecewa, pasti sejak awal diatak akan pernah mengizinkan Demokrat walkout dari ruang sidang DPR itu, karena SBY pasti tahu dengan tindakan walkout itu justru memberi kemenangan kepada pilkada tidak langsung. Buktinya, SBY sama sekali tidak mempermasalahkan tindakan walkout itu. Saya percaya, kalau dikatakan walkout itu sebenarnya merupakan bagian strategi kunci dari SBY sendiri. 
Dari ulasan tersebut di atas, rasanya tidak berlebihan jika saya katakan, "SBY adalah presiden paling licik yang pernah dimiliki Indonesia". SBY akan dicatat dalam sejarah Republik ini, sebagai presiden yang berperan penting berhasil mengembalikan sebagian kekuatan Orde Baru kepada rakyatnya melalui pilkada tidak langsung. SBY adalah “Bapak Pilkada Tidak Langsung”. ***



Pendapat dan Polling masyarakat terhadap SBY Pendapat dan Polling

Indosurvei penipu : bagaimana kebenaran idsurvei

Idsurvei.com merupakan program mengumpulkan data dari pengguna internet melalui survei singkat. Data-data hasil survei tersebut digunakan untuk menentukan target market yang tepat dalam berbisnis online. Silakan baca FAQ/Tanya untuk keterangan lebih lengkap. Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menyebarkan formulir survei singkat ini. Setiap survei yang datang dari link Anda, akan kami bayar Rp 2.000,-. Tidak ada batasan berapa data yang dapat Anda hasilkan perhari. Berikut beberapa buktinya sob Idsurvei.com bukanlah program member get member, sehingga pekerjaan Anda bukanlah mencari orang/member. Cukup dengan menyebarkan "Formulir Survei" saja, dan setiap formulir yang terisi, Maka Rp 2.000,- langsung masuk ke akun Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalankan petunjuk yang ada. Hanya dengan Rp 200.000,00 Rp 150.000,00 Rp 100.000,- Saja Anda dapat mengakses member area dan segera dapat menjalankan program ini. Ya, Hanya Rp 100.000,-. Perhatian!!! Segera daftarkan diri Anda sekarang juga karena kuota keanggotaan idsurvei.com terbatas. Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa klik di sini Kirim Pertanyaan Untuk bukti pembayarannya bisa klik di sini Bukti Pembayaran

Wednesday, September 17, 2014

Polling Seleksi Menteri Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla

Hai pemirsah, sebangsa dan setanah air yang ku cintah, kali ini saya ingin kasih tahu link seleksi menteri yang dilakukan oleh calon presiden terpilih Jokowi untuk diposisikan di kabinet Jokowi-JK.Berikan aspirasi anda sesuai dengan pilihan anda, semoga bisa membawa Indonesia lebih maju.
salam blogger

Idsurvei penipu : apakah benar-benar dibayar?

Ini dia website yang digunakan oleh para calon jutawan untuk memperoleh keuntungan material. Padahal cuma posting link milik kita, terus dibayar sama pihak idsurveinya loh. 1 survei dibayar 2000, bayangkan kalau 1 bulan dapat 1000 survei bisa buat beli Blackberry tuh, wah, anak kecil sampai nenek-nenek sih bisa kalau cuma nyebarin link di social media, mudah banget kan bikin lo ketagihan dah. Aku saja sampai jungkir balik pas dibayar jutaan rupiah, bisa buat uang jajan rek. Coba saja gan, bisa diklik di sini dah bukti pembayaran ane 
Klau belum percaya silakan kunjungi blog saya   

IDSURVEI BUKAN PENIPUAN

Hai guys, kali ini saya ingin berbagi tentangidsurvei. Mungkin banyak yang pernah mengisi surveinya tetapi belum pernah mencoba untuk join, padahal keuntungannya sangat besar loh. Mengapa harus ragu? banyak yang sudah membuktikan kalau idsurvei bukan penipuan, memang awalnya kita disuruh bayar dengan sejumlah uang tertentu tetapi keuntungannya bisa berkali-kali lipat loh. Saya sudah bergabung selama dua tahun dan sudah dapat 1 juta lebih, sebenarna saya masih bisa meningkatkan pendapatan saya, tetapi karena masih sibuk jadi saya bekerjanya kurang maksimal, padahal banyak yang sudah mencapai puluhan juta loh. mau bukti cek this http://www.idsurvei.com/survei/prakash

Kalau ingin tanya-tanya kalian bisa mampir ke blog saya gan: http://rahmatwibowo4.blogspot.com/search/label/SURVEI


Saturday, June 8, 2013

Bisnis Online Idsurvei : Apa itu Id Survei? Apakah Idsurvei Penipuan?

Apakah Idsurvei Penipuan?


Baca juga Meme Komik tentang BBM Naik, Lucu dan Gokil-Gokil Meme Komik BBM Naik

 

"Idsurvei penipu, Idsurvei Scam, Idsurvei Bohong".

Yang mengatakan hal tersebut salah besar, kita memang dibayar kok sesuai dengan usaha kita. Usahanya mudah saja kok, cuma duduk manis di depan komputer, atau pakai hp, atau pakai laptop, atau pakai tablet pc. Terserah yang penting usaha kita untuk menyebarkan link dibayar mudah kok. Ingin bertanya-tanya monggo saya welcome, klik saja linknya  http://adf.ly/uMwX2.

kalau sobat masih belum percaya bisa klik disini bukti penghasilanku Bukti Pembayaran

http://www.idsurvei.com/

idsurvei

Apakah idsurvei scam/penipuan?



Jawabannya tidak, soalnya saya sudah membuktikannnya sendiri dan penghasilan saya sudah mencapai 760 ribu. Masih belum percaya monggo dengan terbuka sms saya dan insyaallah jika ada waktu saya respon secepatnya. Ini dia buktinya http://www.idsurvei.com/survei/prakash/.