Translate

Showing posts with label SEPUTAR KAMPUS UNEJ. Show all posts
Showing posts with label SEPUTAR KAMPUS UNEJ. Show all posts

Monday, January 25, 2016

WiFi Tercepat di Unej



            Akses internet seolah-olah menjadi salah satu kebutuhan wajib bagi setiap orang ketika dihadapkan pada dunia yang sudah modern seperti ini. Terlebih lagi bagi mahasiswa, pasti hampir setiap harinya selalu mengakses internet. WiFi menjadi salah satu lokasi yang bisa digunakan untuk mengakses internet. Apalagi kalau WiFi gratis, pasti bakalan mennjadi serbuan mahasiswa untuk bisa mengakses internet. Nah, bagaimana dengan kondisi WiFi di Unej?
            Unej sendiri telah memiliki beberapa WiFi gratis yang bisa diakses secara gratis oleh semua warga Unej, akan tetapi memiliki kecepatannya yang masih dibilang rendah. Nah berikut beberapa WiFi tercepat di Unej.
1.      Hotspot Unej
            Hotspot Unej tentu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta WiFi gratisan di Unej, hanya dengan menggunakan NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dan Password yang diberikan oleh UPTTI sejak awal masuk ke Unej, anda sudah bisa berselancar di dunia maya dengan gratis tanpa batasan waktu. Kecepatannya Hotspot Unej ini hanya berkisar 60-100an Kb/s. Hotspot Unej sendiri paling mantap jika diakses dari gazebo belakang gedung pasca sarjana atau juga bisa di belakang perpustakaan. Sedangkan Hotspot Unej yang berada di depan UPTTI sendiri masih kurang cepat dibandingkan dengan Hotspot lain, mungkin karena tempatnya yang lebih nyaman dengan tempat duduk dan meja yang sudah seperti cafe, sehigga gazebo-gazebo di sekitar UPTTI menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk mengakses internet atau berkumpul. Oleh karena itu, lokasi ini menjadi lokasi yang cukup ramai pada setiap harinya dibandingkan dengan lokasi lain di Unej.

2.      UNIVERSITAS JEMBER
            WiFi gratis lainnya yang cukup bisa diandalkan karena kecepatannya yaitu WiFi UNIVERSITAS JEMBER. WiFi UNIVERSITAS JEMBER merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan Telkom. Pada awalnya wiFi UNIVERSITAS JEMBER bisa diakses secara gratis dalam jangka waktu beberapa bulan, sebelum pada akhirnya distop pada beberapa bulan terakhir di akhir tahun 2015. Nah WiFi UNIVERSITAS JEMBER ini memiliki kecepatan yang sama dengan WiFi @Wifi.id yang merupakan WiFi dari Telkom. Namun wifi @Wifi.id ini bisa diakses dengan cara berbayar. Karena Unej sudah bekerja sama dengan Telkom, maka Unej menyediakan paket berlangganan untuk bisa mengakses @Wifi.id yaitu sebesar Rp 15.000, per bulan. Kalau kecepatan @Wifi.id ini dilihat dari idm (internet download manager) bisa mencapai 500Kb-1Mban lebih. Namun, sayang @Wifi.id bukan WiFi yang gratisan.
Eitss,, ternyata WiFi dengan nama UNIVERSITAS JEMBER masih ada yang bisa diakses secara gratis. Nah, di Fakultas Sastra Unej yang akan berganti dengan nama Fakultas Ilmu Budaya ternyata ada WiFi dengan nama UNIVERSITAS JEMBER yang merupakan kerjasama dengan PT Telkom yang bisa diakses secara gratis. Selain itu, akses WiFi UNIVERSITAS JEMBER juga masih bisa diakses di FISIP, sedangkan, dibeberapa lokasi di Unej, WiFi dengan nama UNIVERSITAS JEMBER sudah tidak bisa diakses lagi, mungkin hanya di Fakultas Sastra dan sekitarnya saja yang masih bisa mengakses WiFi yang kecepatannya bisa mencapai 500Kb-1MBan ini. WiFi ini juga cukup memiliki jangkauan yang luas, hingga mencapai perumahan dan tempat kost mahasiswa yang berada di sekitar Jawa 7 (selatan). Untuk mengakses WiFi UNIVERSITAS JEMBER anda klik saja WiFi UNIVERSITAS JEMBER terus connet, dan nanti akan muncul jendela baru di browser anda, terus cari dan klik “Lanjutkan”. 
Taraa.. WiFi dengan kecepatan yang sama dengan @Wifi.id yang berbayar bisa diakses dengan gratis. Jadi bagi mahasiswa sastra Unej, berbanggalah masih bisa menikmati WiFi UNIVERSITAS JEMBER dari Telkom yang memiliki speed cepat ini. Terlebih lagi Fakultas Sastra memiliki taman yang indah dan gazebo yang bisa digunakan untuk tempat untuk mengakses WiFi yang nyaman.

3.      SuperWiFI-WEB, INDOSATNET dan SuperWiFi-SIM
Tahu lokasi WiFi SuperWiFi-WEB, INDOSATNET dan SuperWiFi-SIM ini di mana?
            WiFi ini berlokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej. Nah, WiFi ini memang masih jarang penggunanya karena masih banyak yang belum tahu. Padahal WiFi ini bisa diakses secara grtais...tis...tis... WiFi ini SuperWiFi-WEB, INDOSATNET dan SuperWiFi-SIM tersedia berdasarkan kerjasama antara perusahaan Indosat dengan FISIP. Memang mahasiswa FISIP masih jarang yang menggunakannya karena mereka mengira bahwa akses ke WiFi ini berbayar untuk setiap kali mengaksesnya. Ya memang ada beberapa paket langganan untuk satu hari, 1 minggu dan 1 bulan. Tapi yang perlu diketahui bahwa WiFi ini ternyata bisa diakses dengan cara gratis selamanya tanpa batasan kuota dan batasan waktu. Nah untuk bisa mengakses WiFi ini anda memang membutuhkan Username dan Password untuk bisa login. Nah, kunci untuk mendapatkan akses WiFi dengan unlimitted dan speed yang cepat ini, memang perlu mendaftarkan nomor indosat anda untuk pertama kali. Namun yang paling penting, bahwa setelah anda mendaftarkan nomor indosat, anda akan mendapatkan Username dan Password yang bisa digunakan berkali-kali tanpa batas, sehingga anda bisa mengkasesnya secara full gratis. Selain menggunakan nomor hp dari indosat, anda dan juga bisa nomor dari operator lain seperti xl. 
Pengalaman penulis: pada awalnya penulis memang sempat coba-coba untuk mengakses WiFi ini, dan memang harus daftar dulu dengan mengirim sms ke 363. Tapi anehnya, Username dan Password yang didapatkan pada registrasi pertama kali ternyata bisa digunakan untuk login terus selamanya. Selanjutnya berhubung penulis ngekost di Jalan Jawa 7 yang masih bisa menjangkau WiFi INDOSATNET dan SuperWiFi-WEB maka, saya saranin semua penghuni kost untuk mendaftarkan nomor indosatnya agar bisa mengakses kedua WiFi tersebut. Sudah setahun lebih penulis dan teman-teman penulis menikmati WiFi gratis dengan kecepatan yang mencapai 1-3MB/s. Nah, bagi mahasiswa yang ngekost atau ngontrak di Jalan Jawa 7 yang masih bisa menerima sinyal WiFi INDOSATNET dan SuperWifi-WEB ini, coba saja WiFi ini yang menurut penulis merupakan WiFi paling cepat di Unej. Penulis bukan bermaksud mempromosikan salah satu produk tapi ini memang fakta bahwa WiFi INDOSATNET dan SuperWiFi-WEB merupakan WiFi yang paling cepat di Unej. Nah, bagi mahasiswa FISIP yang mayoritas belum tahu semuanya, bahkan seolah-olah acuh karena menganggap untuk bisa mengakses WiFi ini harus bayar coba saja, daripada berlangganan Wifi.id sebesar Rp 15.000 atau mengakses WiFi kampus yang lemot.
Nah untuk mendapatkan username dan password, anda tinggal daftar dulu ke 363. Memang ada pilihan paket untuk 1 jam= 1.000, 1 hari= 4.000, 1 minggu= 20.000 dan 1 bulan = 40.000. Tapi saya sarankan untuk daftar yang 1 hari dengan ketik sms dengan format SUPERWIFI<spasi>4K kirim ke 363. Nanti anda, akan mendapatkan username dan password untuk login. Kalau username itu biasanya nomor indosat anda, dan password dari pihak operator. Untuk loginnya sendiri jika menggunakan WiFi SuperWiFi-Web anda menggunakan username dengan nomor indosat anda (contoh: 0857xxxxxxx) dan jika menggunakan WiFi INDOSATNET anda menggunakan username dengan nomor indosat anda ditambah @indosat.com (contoh: 0857xxxxxxx@indosat.com). Ingat, memang perlu daftar untuk pertama kali tetapi selanjutnya anda akan bisa mengakses superwifi indosat ini secara gratis tanpa batas, kapan saja dengan kecepatan yang luar biasa. Meskipun anda mendaftar paket 4.000 untuk satu hari penuh, akan tetapi anda bisa menggunakan username dan password tersebut selamanya. Penulis sudah membuktikan sendiri dan sudah 1 tahun lebih menggunakan wifi ini dengan username dan password yang sama yang diperoleh sejak daftar pertama kali dan bisa digunakan terus-menerus tanpa daftar lagi dan penulis mengaksesnya dari kostan yang terletak di jalan jawa 7.
Berikut kecepatan WiFi di kampus Unej dari ketiga WiFi tersebut.

Monday, June 8, 2015

10 Universitas Paling Banyak Diminati Peserta SBMPTN 2015



JAKARTA – Pelaksanaan ujian tulis SMBPTN 2015 akan digelar besok, Selasa 9 Juni. Tahun ini, 74 perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka saringan masuk melalui ujian tulis dan keterampilan tersebut.
Lantas, kampus negeri mana saja yang paling diminati peserta SBMPTN 2015? Ini daftarnya, dikutip dari data panitia SBMPTN 2015, Senin (8/6/2015).
Universitas Padjajaran

1. Universitas Padjajaran (Unpad) di Kota Bandung diminati 85.879 calon mahasiswa. Peminat di pilihan pertama 31.753 orang, pilihan kedua 30.209 peminat dan pilihan ketiga 23.917 peminat.

http://adf.ly/1I9FAm
Plang Universitas Hasanuddin (Universitas Terfavorit di Kawasan Indonesia Timur)

2. Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, angka peminatnya mencapai 75.155 calon mahasiswa. Jumlah tersebut yakni pilihan pertama 29.571 orang, pilihan kedua 25.646 orang, dan pilihan ketiga 19.938 orang.

3. Universitas Brawijaya (UB), rekapitulasi peminat universitas yang berada di Malang, Jawa Timur, ini mencapai 73.558 orang. Rinciannya, pilihan pertama 26.242 orang, pilihan kedua 26.333 orang, dan pilihan ketiga 20.682 orang.

http://adf.ly/1I9FAm
Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Terfavorit di Pulau Sumatera

4. Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah peserta SBMPTN mencapai 70.568 orang, dengan pilihan pertama 29.270 orang, pilihan kedua 23.477 orang, dan pilihan ketiga 17.821 orang.

5. Universitas Indonesia (UI), peminatnya menembus angka 67.136 orang. Rinciannya, pilihan pertama 34.495 orang, pilihan kedua19.611 orang, dan pilihan ketiga 13.030 orang.

6. Universitas Diponegoro (Undip), rekapitulasi peminatnya 62.649 orang. Pilihan pertama 22.424 orang, pilihan kedua 22.961 orang, dan pilihan ketiga 17.264 orang.

7. Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, calon mahasiswa yang berminat mencapai 62.574 orang. Total pilihan pertama 30.331 orang, pilihan kedua 19.584 orang, dan pilihan ketiga 12.659 orang.

8. Universitas Sebelas Maret (UNS), peminatnya 58.002 orang, dengan jumlah pilihan pertama 20.357 orang, pilihan kedua 20.572 orang, dan pilihan ketiga 17.073 orang.
9. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), rekapitulasi peminatnya 54.889 orang, dengan pilihan pertama 16.816 orang, pilihan kedua 19.585 orang, dan pilihan ketiga 18.488 orang.

10. Universitas Andalas (Unand), dengan peserta SBMPTN 54.060 orang, pilihan pertama 21.388 orang, pilihan kedua 18.488 orang, dan pilihan ketiga 14.540 orang.

Diketahui, besok panitia SBMPTN 2015 akan membagikan soal kepada peserta di seluruh Indonesia. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok ujian sains dan teknologi (saintek); kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum); dan kelompok ujian campuran (saintek dan soshum).

KH. Hasyim Muzadi ke Universitas Jember

Pidato Kebangsaan KH. Hasyim Muzadi di Universitas Jember

Dalam rangka memperingati Bulan Pancasila, Universitas Jember menggelar serangkaian acara, salah satunya adalah Pidato Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Bangsa. Dalam acara tersebut hadir KH. Hasyim Muzadi yang menjadi pembicara utama dalam acara yang digelar pada Senin, 8 Juni 2015 yang bertempat di Gedung Soetardjo, Universitas Jember. Acara yang juga sekaligus memperingati Hari Lahirnya Pancasila tersebut, memiliki tema “Satu Keindonesiaan Merayakan Kebersamaan”. KH. Hasyim Muzadi yang sekaligus menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden menekankan pada pentingnya demokrasi Pancasila (kerakyatan) dalam arus demokrasi liberal yang terus menggerus ke sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.
Pancasila bukan buatan Soekarno, karena Pancasila sebenarnya sudah ada dan inheren di segi kehidupan bangsa Indoneisa. Sila-sila dalam Pancasila antara yang satu dengan yang lainnya memiliki relasi yang saling berkaitan. Indonesia membutuhkan sistem demokrasi berdasarkan kerakyatan yang ada di sila keempat Pancasila, tetapi saat ini yang nampak adalah Demokrasi liberal, padahal demokrasi liberal yang ada sekarang ini belum tentu akan menjerumus ke demokrasi kerakyatan. KH. Hasyim Muzadi juga menyayangkan adanya upaya pengenalan konsep-konsep baru terhadap ideologi Pancasila yang dianggap kurang hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Menurut beliau.yang juga sebagaia pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang tersebut, sistem yang ada saat ini memang tidak jelek, akan tetapi terlalu longgar untuk diperlukan bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, tidak jarang ide, gagasan dan konsep-konsep dari luar negeri mampu dengan mudah masuk ke Indonesia. Tidak hanya itu, akibat sistem yang terlalu longgar ini justru terjadi ketimpangan antara hak dan kewajiban, di mana banyak warga negara Indonesia yang menuntut hak mereka tanpa memperdulikan kewajiban mereka.
Dalam acara tersebut, KH. Hasyim Muzadi yang memiliki daya humor tersebut, menyampaikan bahwa posisi Indonesia di kancah internasionl itu berada di tengah-tengah dan jika menyangkut tentang jenis negara, Indonesia merupakan negara bangsa (nation state), bukan negara agama ataupun negara sekuler. Indonesia sebagai nation state terdiri dari berbagai macam agama dan oleh sebab itu negara tidak boleh mencampuri syariatnya. Negara hanya memfasilitasi agama-agama yang ada di Indonesia. KH. Hasyim Muzadi yang juga salah satu ulama besar Indonesia, juga menjelaskan tentang pentingnya integritas dan toleransi beragama, tetapi bukan justifikasi. Sehingga tetap mempersilahkan orang-orang yang berbeda agama menjalankan ibadah agama mereka sendiri-sendiri tanpa kita harus mengikuti ajaran mereka.
Dalam kesempatan tersebut, nampaknya KH. Hasyim Muzadi juga memberikan dukungan terhadap KH. Achmad Siddiq yang merupakan salah satu tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama, untuk menjadi pahlawan nasional. Pada rangkaian acara sebelumnya Universitas Jember mengadakan lokakarya penyusunan naskah akademik pengusulan KH. Achmad Siddiq sebagai Pahlawan Nasional pada Senin, 25 Mei 2015. Dalam acara lokakarya tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh NU, seperti KH. Muchit Muzadi, Gus Sholahuddin Wakhid dan KH. Afifudin Muhajir.

Saturday, May 23, 2015

Kuliah Umum Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan di Universitas Jember

Kuliah Umum Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan di Universitas Jember (Unej)

Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan memberikan kuliah umum yang diadakan di gedung Soetardjo, Universitas Jember. Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga merupakan Staff Kepresidenan Republik Indonesia. Dalam kuliah umum yang berlangsung pada hari Senin, 18 Mei 2015 tersebut memiliki tema tentang Fokus Pembangunan Presiden Joko Widodo 2014/2019. Dalam kuliah yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi tersebut, Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan menyampaikan tentang Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia. Indonesia memang mengalami pertumbuhan ekonomi yang menurun pada kuartal pertama tahun 2015, hal ini memang disebabkan oleh beberapa masalah seperti meningkatnya harga komoditas. Pertumbuhan ekonomi yang hanya 4,7 persen ini dianggap sebagai masa transisi menuju angka pertumbuhan 5 persen. Secara produktivitas, memang Indonesia kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Selain itu yang diungkapakan oleh Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan bahwa kondisi fiskal Indonesia sangat sempit karena banyak sekali dana yang dikeluarkan untuk berbagai macam subsidi, dialokasikan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, melihat kondisi yang demikian beliau juga optimis bahwa akhir APBN tahun 2015, Indonesia akan mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen sampai 5,2 persen. Hal tersebut dapat dicapai dengan catatan bahwa terjadi stabilitas politik yang baik, penyerapan anggaran di kementerian bekerja dengan efektif dan efisien, dan pemenuhan target-terget prioritas pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga menyampaikan bahwa tax ratio yang ada di Indomesia masih sangat kecil dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, hal ini dapat dilihat bahwa tax ratio untuk negara Singapura sekitar 25 persen dan Malaysia di kisaran angka 15 persen. Imdonesia hanya berkisar di angka 12 persen, padahal peluang peningkatan pajak masih sangat besar. Masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu belum optimalnya peningkatan harga komoditas produk, sehingga perlu dibuatkan turunan-turunan dari produk tersebut. Karena turunan pertama dari produk tersebut ternyata mampu meningkatkan keuntungan sekitar belasan persen. Masalah yang dihadapi Indonesia terkait produk turunan yaitu belum adanya smelter-smelter untuk mengolah produk tersebut. Tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini masih berkutat pada tingginya angka korupsi, infrastruktur yang buruk yang menyebabkan biaya transportasi yang tinggi.

            Jenderal (Purn) TNI B. Luhut Panjaitan juga mengajak para mahasiswa untuk membantu program pemerintah dalam membangun desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), apalagi setiap desa di Indonesia akan memperoleh dana 1 milyar yang sangat rentan akan terjadinya tindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah.

Tuesday, May 19, 2015

Jalan Jawa 7, Belakang Unej, Jember

Jalan Jawa 7 Jember

Jalan Jawa 7 merupakan salah satu jalan yang berdampingan langsung dengan Universitas Jember (Unej). Jalan ini memiliki panjang sekitar 1 kilometer, memanjang dari selatan ke utara. Jalan Jawa 7 ini merupakan jalan gang yang relatif kecil dan sempit sehingga bukan termasuk jalan raya (ya iyalah). Jalan Jawa 7 bisa diakses dari jalan utama yaitu Jalan Jawa (bundaran DPR ke arah timur), selanjutnya lurus terus dan nanti ada gang kecil sebelah kiri jalan atau tepatnya di depan SEP 4 (tempat foto copyan). Jika anda menyusuri Jalan Jawa 7 nampak disamping sebelah kiri ada pagar atau tembok setinggi 2,5 meteran sebagai pembatas antara Unej dengan perkampungan masyarakat sekitar.
            Jalan Jawa 7 yang dekat dengan jalan utama yaitu Jalan Jawa berdekatan langsung dengan Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sedangkan Jalan Jawa 7 bagian ujung Utara dekat dengan Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Teknik. Selain itu karena lokasinya yang strategis Jalan Jawa 7 bagian agak menengah juga berdekatan dengan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Putra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), juga relatif dekat dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian (Faperta). Saya membagi Jalan Jawa 7 ke dalam 3 bagian yaitu Jalan Jawa 7 bagian selatan (dekat dengan Jalan Jawa), Jawa 7 bagian tengah dan Jawa 7 bagian utara, tidak lepas agar untuk memudahkan saja.
            Masyarakat Jalan Jawa 7 juga telah menyediakan tempat kost dan rumah kontrakan, sehingga sangat cocok sekali bagi mahasiswa dari Fakultas Sastra, dan Fisip untuk tinggal sementara, jika tidak ingin jauh-jauh dari kampus. Masyarakat Jawa 7 juga terkenal religius sehingga suasananya semakin nyaman deh, apalagi kalau buat mikir, adem, tentram rasanya. Selain itu masyarakatnya juga ramah-ramah, sehingga tidak jarang ketika masuk ke lingkungan yang mungkin baru yaitu di Jawa 7, langsung berasa jadi bagian dari masyarakat bahkan bagian dari keluarga.
            Namun perlu dicatat bahwa Jalan Jawa 7 merupakan jalan kecil dan mungkin belum begitu diperhatikan karena dapat dilihat kontur dan tekstur jalann yang relatif rusak, kalau orang Jawa Ngapak bilangnya brogel, sehingga benar-benar hati-hati. Pengalaman saya setelah saya mengendarai sepeda di Jalan Jawa 7, sepeda saya malah bocor itu bukan sekali saja tetapi 4 kali saya mengalami ban sepeda fixie saya bocor. Selain itu, masalah penerangan yang masih kurang, padahal disekelilingnya terdapat rumah warga, mengapa penerangan begitu minim padahal jalan jawa 7 tidak pernah sepi tuh? selalu ada saja hilir mudik pengguna jalan baik sepeda motor atau mobil selalu melintasi jalan jawa 7, baik siang maupun malam tetap ramai. Bahkan penulis pernah dengar dari orang-orang yang pernah menjajaki jalan jawa 7, bahwa jalan jawa 7 menurut mereka dianggap jalan yang serem. Ya terkesan serem, lah wong penerangannya saja sangat minim (tiyer..tiyer..kali). Selain itu, penulis juga pernah mendengar adanya keluhan tentang tindakan beberapa sekelompok pria yang suka nongkrong disekitar jalan jawa 7 seringkali mereka terkesan nggodain kepada para pengguna jalan jawa 7 terutama pejalan kaki khususnya perempuan/mahasiswi. Nggodainnya ya memang cuma bersiul (singsot) terkadang malah bertanya-tanya,  seperti ini, 'kuliah mba?'. Tapi menurut penulis itulah bentuk kewajaran, dan memang biasa, selain itu mungkin juga justru hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sekitar itu ramah, suka menyapa. Tapi kalau para pemakai jalan merasa risih dan terganggu lebih baik jalannya jangan sendirian (ramai-ramai satu RT diajak semua, buakakakakak).