Translate

Showing posts with label Herbal Medicine. Show all posts
Showing posts with label Herbal Medicine. Show all posts

Monday, May 23, 2016

Obat Sakit Gigi Mefinal

Obat Sakit Gigi Mefinal
            Sakit gigi memang rasanya tidak tertahankan. Terlebih sakit gigi biasanya disertai dengan rasa sakit di kepala seperti pusing. Secara alami sakit gigi bisa disembuhkan melalui herbal seperti cengkeh, bawang merah yang memiliki sifat antiseptik. Tetapi memang proses penyembuhannya tidak begitu langsung sembuh karena membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan orang sakit gigi yang sedang merasakan rasa nyeri begitu kuat, tentu ingin secepatnya sembuh dengan cara apapun. Langkah sederhana untuk mengurangi risiko semakin akut rasa nyeri di gigi adalah dengan menyikat gigi berulang-ulang. Setelah itu berumur-kumur dengan pembersih mulut (mouthwash) yang memiliki sifat pembunhuh bakteri dan kuman di mulut. Memang, rasa nyerinya tetap ada, tetapi itu adalah langkah sederhana untuk mencegah sakit gigi lebih parah. Setelah itu anda bisa menggunakan baik obat herbal maupun generik yang di jual di apotek-apotek untuk mengobatinya.
http://adf.ly/1Zp8KV

Selanjutnya, penulis akan membahas obat sakit gigi Mefinal 500mg berdasarkan pengalaman penulis.
            Nah, pada hari Kamis, 19 Mei 2016, penulis merasakan ada sinyal-sinnyal akan terjadi sesuatu pada gigi berlubang. Karena melihat sinyal tersebut, penulis kemudian menyikat gigi sebanyak 4 kali di hari itu. Pada pagi hari Jumat, 20 Mei 2016, penulis merasakan sakit gigi yang hebat terjadi di gigi berlubang penulis. Setelah merasakan rasa nyeri yang begitu hebat, siangnya penulis menuju apotek langganan. Eh ternyata, obat yang manjur untuk sakit gigi, seperti Amoxilin stocknya kosong, dan adanya malah Ponstan. Saya tahu sendiri bagamana sepak terjang obat Ponstan, jadi saya memutuskan pergi ke apotek lain. Kenapa saya tidak beli Ponstan? Alasan pertama, karena ibuku juga sering mengalami sakit gigi dan obat yang ibuku gunakan adalah Ponstan. Tapi faktanya ibuku tidak sembuh-sembuh, sehingga saya beranggapan bahwa Ponstan tidak cukup manjur untuk mengobati sakit gigi. Alasan kedua, Ponstan cenderung malah, satu bijinya bisa 2000 rupiah, bahkan kalau beli di warung-warung bisa lebih mahal. Alasan yang ketiga, Ponstan itu sudah banyak yang diipalsukan. Mengingat harga jualnya yang tinggi, banyak oknum yang memalsukan obat tersebut. Jadi, penulis sebagai konsumen merasa tidak percaya lagi terhadap Ponstan.
http://adf.ly/1Zp8KV

Lanjut, setelah memacu sepeda, saya berhenti di sebuah apotek. Sama petugas apoteknya ditanya, sakit giginya bengkak atau tidak? Saya jawab tidak, memang pada saat itu saya hanya merasa nyeri saja tanpa disertai bengkak di gigi. Kemudian, petugas apotek menyodorkan Mefinal 500mg, dia menyampaikan bahwa obat mefinal 500mg harus dikonsumsi selama tiga hari dengan dosis 3 kali sehari. Nah mefinal 500mg yang saya dapatkan Cuma 1 strip isi 10, sehingga saya harus menghabiskannya dalam waktu 3 hari saja. Dengan harga 15000 rupiah saya membawa pulang 1 strip mefinal 500mg. Warna kemasannya agak pink-pink gitu. Karena penasaran apa manfaat dari Mefinal ini, penulis kemudian googling di internet kegunaan mefinal 500mg. Memang benar bahwa obat ini bisa menyembuhkan sakit gigi. Dengan begitu, saya konsumsi 3 kali sehari setelah makan secara rutin. Sempat pas googling, bahwa efek samping dari obat ini salah satunya seperti demam dan diare. Wauw, bahaya juga pikirku. Tapi karena ketika saya sakit apapun, saya selalu tidak merasakan efek samping dari sebuah obat. Jadi saya abaikan saja, dari pengalaman-pengalaman minum obat sih, efek sampingnya tidak pernah berlaku.
            Pada hari pertama minum obat, saya merasakan bahwa ada sedikit penurunan rasa nyeri di gigi saya selang 3 jam setelah minum obat akan tetapi saya merasakan efek samping yang cukup aneh, tiba-tiba saya merasakan ingin buang air kecil yang tak tertahankan. Pada malam harinya, rasa nyeri kembali mengguncang hebat, sampai-sampai tidak bisa tidur. Dan pada hari Sabtu dan Minggu, ternyata efek samping obat itu seperti demam dan diare ternyata berlaku kepada saya. Hingga akhirnya saya, merasakan demam dan pada Minggunya saya merasakan rasa mules yang berlebih. Namun, pada hari Minggunya gusi saya bengkak disekitar gigi yang sakit, akan tetapi saya juga merasakan bahwa rasa nyerinya sudah berkurang. Hingga akhirnya Hari Senin, saya merasakan rasa nyeri di gigi sudah agak hilang dan kembali normal meski menyisahkan 1 tablet obatnya. Gusi yang bengkak juga sudah kempes, mungkin bengkaknya gusi karena seringnya gosok gigi atau memang efek obat, saya tidak tahu. Tetapi yang jelas sakit gigi saya yang sebelumnya nyeri hebat banget, telah hilang dalam waktu tiga hari meskipun harus menerima efek samping yang lumayan bikin stres.

Saturday, November 14, 2015

World Diabetes Day

World Diabetes Day 14 November 2015
< a href="http://rahmatwibowo4.web.unej.ac.id/tag/herbal-medicine/"><img alt="logo world diabetes day" src="http://rahmatwibowo4.web.unej.ac.id/tag/herbal-medicine/" />
World Diabetes Day

Diabetes by Country
How when the facts say that?
Africa: In Africa, more than two thirds of people with diabetes are undiagnosed
Europe: Europe has the highest prevalence of children with type 1 diabetes
Middle East & North Africa: Four out of ten adults with diabetes in the Middle-East and North Africa are undiagnosed
North America and Caribbean: One adult in eight has diabetes in the North America and Caribbean region
South & Central America: By 2040, the number of people with diabetes will increase by 65% in South and Central America
South-East Asia: One quarter of all births are affected by high blood glucose during pregnancy in South-East Asia
Western Pacific: 37% of all adults with diabetes live in the Western Pacific region

Diabetes is an emerging silent killer worldwide. It is growing alarmingly in India, home to more than 65 million people with the disease, compared to 50.8 million in 2010. World Health Organisations (WHO) projects that diabetes will be the 7th leading cause of death in 2030. The prevalence of diabetes for all age-groups worldwide was estimated to be 2.8% in 2000 and 4.4% in 2030. The number of people with diabetes is increasing due to population growth, aging, urbanisation, and increasing the prevalence of obesity and physical inactivity. 
According to statistics from International Diabetes Federation, India Chapter, around 65.1 million people are affected with diabetes compared to 50.8 million in 2010. It is expected to reach around Being overweight, physically inactive and eating the wrong foods all contribute to the risk of developing type 2 diabetes. If you are overweight or obese, you are at greater risk of developing type 2 diabetes, alterations of hormones such as leptin, cortisol, adiponectin involved in food intake It is important to check these hormones if you are obese or overweight. Obesity appears to be spreading across India in part at least as a result of processed Western food. India’s economic boom has been accompanied by a meteoric increase in the number of people with diabetes. 

There are three types of diabetes:
1. Type 1 Diabetes/ Juvenile Diabetes -
The body does not produce insulin. Approximately 10% of all diabetes cases are type 1. Juvenile Diabetes which is also known as Type 1 Diabetes or Insulin-Dependent Diabetes is a commonly diagnosed disorder among children. A healthy eating plan, adequate exercise, and insulin intake can lead a normal life.
2. Type 2 Diabetes -
In type 2 diabetes, your body does not use insulin properly. This is called insulin resistance. At first, your pancreas makes extra insulin to make up for it. But, over time it isn't able to keep up and can't make enough insulin to keep your blood glucose at normal levels. Approximately 90% of all cases of diabetes worldwide are of this type. It often results from excess body weight and physical inactivity. Healthy diet, regular physical activity, maintaining a normal body weight and avoiding tobacco use can prevent or delay 
3. Gestational Diabetes -
This type affects females during pregnancy, usually around the 24th week – many women develop gestational diabetes. When you have gestational diabetes, your pancreas work overtime to produce insulin, but the insulin does not lower your blood glucose levels. Although insulin does not cross the placenta, glucose and other nutrients do. So extra blood glucose goes through the placenta, giving the baby high blood glucose levels. This causes the baby's pancreas to make extra insulin to get rid of the blood glucose. Expectant moms can help control gestational diabetes by eating healthy foods, exercising and, if necessary, taking medication. Controlling blood sugar can prevent a difficult birth and keep you and your baby healthy. 
< a href="http://rahmatwibowo4.blogspot.com"><img alt="fakta tentang diabetes" src="http://rahmatwibowo4.web.unej.ac.id/2015/11/08/weto-unej-sarana-edukasi-tanaman-obat-nusantara/" />
The Facts about Diabetes

Type 1 diabetes mellitus (T1DM) is one of the most common pediatric endocrine illnesses. Of these, over half are living in developing nations, with India being home to an estimated 97,700 children with T1DM. Juvenile Diabetes disturbs the immune system by destroying the body’s Beta cells which produce Insulin. With over one million Juvenile Diabetic children in India, there are 12,000 children who die every year due to this malady1. In 2014, 9% of adults 18 years and older had diabetes.

Except for its genetic nature, other causes of the Juvenile Diabetes are unknown. There is no permanent cure for Juvenile Diabetes. It can only be controlled by daily intake of insulin. It has been observed an increase in the number of juvenile cases over the years. In addition to frequent monitoring of blood glucose, a Juvenile Diabetic child also requires regular checks for various tissue related complications. Emphasis on the diet, calorie counting, regular physical activity, injection technique and sick day management is essential to keep Juvenile Diabetes under control.

With type 1 diabetes, the symptoms usually happen quickly, in a matter of days or a few weeks. They're much more severe, too. The most common diabetes symptoms include frequent urination, intense thirst, and hunger, weight gain, unusual weight loss, fatigue, cuts and bruises that do not heal male sexual dysfunction, numbness and tingling in hands and feet. It is advisable to get your blood & urine checks done immediately if you suffer from any of the above symptoms. 

Treatment for all types of diabetes is available. Diabetes type 1 lasts a lifetime, there is no known cure. Type 2 usually lasts a lifetime; however, some people have managed to get rid of their symptoms without medication, through a combination of exercise, diet and body weight control. If diabetes is not adequately controlled the patient has a significantly higher risk of developing complications related to cardiovascular diseases, neurological problems and many more.
Even if the prevalence of obesity remains stable until 2030, which seems unlikely, it is anticipated that the number of people with diabetes will more than double as a consequence of population Diabetes is a lifelong condition and requires regular monitoring. People with diabetes are susceptible to kidney dysfunction, cardiovascular diseases, neurological problems and much more. Hence, Diabetics need to undergo regular tests and monitoring to ensure that all their vital parameters are normal. A concerted initiative is required to address the diabetes epidemic.

 
The Author, Dr. Rucha Mehta, is the Head of Department of Endocrinology, Diabetes, Obesity and Metabolism at Global Hospitals, Mumbai 

Source: dnaindia

Sunday, November 8, 2015

Taman Obat Herbal di Wahana Edukasi Tanaman Obat Unej

HERBAL MEDICINE UNIVERSITAS JEMBER

Berwisata sambil belajar di Wahana Edukasi Tanaman Obat (WETO)
Pintu Gerbang WETO UNEJ
Salah satu terobosan Universitas Jember (UNEJ) dalam berkontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia yaitu dengan menghadirkan Wahana Edukasi Tanaman Obat (WETO). 
WETO sendiri bisa menjadi alternatif destinasi wisata bagi keluarga. Hal ini dikarenakan, selain bisa refreshing atau jalan-jalan, di WETO juga bisa belajar untuk mengenal tanaman herbal nusantara. Apalagi Indonesia kaya akan tanaman obat, bahkan Indonesia memiliki sekitar 10% tanaman obat yang ada di dunia. Jadi dengan berkunjung ke Wahana Edukasi Tanaman Obat ini, pengunjung bisa menambah wawasan dan ilmu tentang tanaman obat. Ketika memasuki pintu gerbang WETO akan nampak  hamparan taman yang ditata dengan begitu indah yang disertai dengan bentuk-bentuk unik menjadi penyejuk pandangan mata. Siapa pikir jika, taman yang ditata begitu apik tersebut merupakan tanaman obat herbal. Wahana Edukasi Tanaman Obat (WETO) yang diharapkan bisa memberikan pembelajaran tentang segala aspek tanaman obat, juga tetap memperhatikan keserasian dan kelestarian kebun.
Taman Tanaman Obat WETO UNEJ
 
Universitas Jember dalam mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat herbal (herbal medicine) nusantara yaitu dengan mendirikan Wahana Edukasi Tanaman Obat Universitas Jember yang menjadi salah satu upaya pengabdian kepada masyarakat. WETO juga menjadi wisata edukasi bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal dan memahami berbagai macam tanaman herbal yang ada di Indonesia. WETO yang berlokasi di Agrotechnopark Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember ini memiliki sekitar 200 jenis tanaman obat yang tumbuh di lahan seluas satu hektar. Keberagaman tanaman yang ada di kawasan WETO sendiri, menjadikan WETO digadang-gadang sebagai salah satu etalase tanaman obat nusantara yang dikembangkan dan dikelola oleh Universitas Jember. Selain menjadi sarana wisata dan edukasi, WETO juga menjadi sarana yang mendukung penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang ada di Kampus Universitas Jember itu.
Wahana-Wahana di WETO UNEJ

WETO sebagai wahana wisata sekaligus edukasi tanaman obat herbal bisa menjadi pilihan liburan bagi orang tua dan pengajar untuk mengajak putra-putri dan siswa-siswa mereka untuk mengenalkan berbagai jenis tanaman obat nusantara. WETO tentu memfasilitasi pengunjung untuk mengenal lebih jauh tanaman obat herbal. Di WETO telah tersedia papan nama dan keterangan mengenai setiap tanaman yang ada di kawasan tersebut, sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami identitas tanaman tersebut. Setiap tanaman yang tumbuh di WETO memiliki khasiat yang beragam oleh karena itu terdapat juga penjelasan mengenai khasiat atau manfaat dari tanaman-tanaman obat yang telah tersedia di papan nama. Perlu diketahui bahwa obat herbal yang berasal dari tanaman obat biasanya memiliki manfaat yang jauh lebih beragam daripada obat konvensional/kimia. Oleh arena itu, pemandu yang berasal dari kalangan mahasiswa dengan keramah-tamahannya siap membantu pengunjung untuk berkeliling di WETO. 

Area dengan luas satu hektar ini juga dilengkapi dengan playground atau arena permainan bagi anak-anak dan galeri pameran produk pemanfaatan tanaman obat herbal yang terdapat di gedung rimpang yang memiliki bentuk seperti akar tanaman jahe.
Pintu Masuk Gedung Rimpang

Tempat lain yang ada di WETO ini yaitu green house yang menjadi etalase bagi persilangan tanaman bunga anggrek dan etalase tanaman obat. Jadi di sini pengunjung bisa melihat berbagai jenis tanaman bunga anggrek. Selain itu juga terdapat area Cafe dan Resto herbal yang menghadirkan sajian makanan dan minuman yang sehat dan tidak lepas dari yang namanya herbal. Area Gazebo dan aula outdoor bisa digunakan untuk sekadar bersantai sejenak sambil menikmati indahnya WETO ini. 
Berikut peta dan denah lokasi WETO (Wahana Edukasi Tanaman Obat) Universitas Jember yang berlokasi Agrotechnopark Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.