Translate

Showing posts with label TRAGEDY. Show all posts
Showing posts with label TRAGEDY. Show all posts

Monday, June 13, 2016

Bencana Longsor Penusupan, Sruweng

Ketika Tangan Manusia Bertingkah
            Pagi hari ayam mulai berkokok, meski matahari belum nampak tetapi sinarnya telah menerangi desaku. Yah, desaku memang dikelilingi oleh perbukitan, di sekelilingnya tampak tebing-tebing menjulang tinggi. Ku coba untuk membuka mata, tapi seolah-olah mata enggan untuk membukanya. Biasanya memang ketika mati lampu, dan hari mulai pagi secara refleks ketika terbangun dari tidurnya, mata akan sulit untuk membukakan kelopaknya. Pada saat itu desaku memang mengalami mati lampu, akupun sebenarnya tidak begitu banyak bertanya-tanya pada ibuku yang sudah terbangun guna mempersiapkan sarapan pagi. Wajar, tadi malam habis hujan lebat sehingga aku tidak menghiraukan mengapa mati lampu terjadi. Setelah siap, saya melangkahkan kaki untuk berangkat sekolah. Saya adalah siswa kelas 1 SD di Sekolah Dasar Negeri 2 Donosari. Dengan menempuh perjalanan sekitar 15 menit, saya akhirnya sampai di sekolah yang terletak di kaki sebuah bukit, orang di sini sering menyebutnya dengan Gunung Sari. Namun, sekolah kali ini nampak berbeda, karena tidak ada aktivitas belajar mengajar. Salah satu guru mengumumkan bahwa hari ini akan pulang lebih awal. Sebelum pulang kami semua membersihkan ruang kelas dan sekolah. Saya membersihkan halaman sekolah bersama teman-teman lain dengan menggunakan sapu lidi. Nampaknya hujan lebat telah menggugurkan daun-daun yang berasal dari salah satu pohon yang berada tepat di halaman sekolah.
            Alasan pulang sekolah lebih awal karena telah terjadi tanah longsor di desa sebelah, sebut saja Desa Penusupan, memang tidak terlalu aku pedulikan. Hingga akhirnya kewajiban membersihkan halaman sekolah telah selesai, siswa-siswa boleh pulang. Sesampai di rumah, sayapun penasaran dengan bencana tanah longsor di Desa Penusupan yang menimpa beberapa rumah warga. Lokasi terjadinya bencana longsor tersebut berada di daerah perbatasan antara Desa Sidoagung, Desa Karang Jambu dan Desa Donosari tersebut, sehingga banyak warga yang bergotong-royong membantu evakuasi. Dengan penuh penasaran saya menuju lokasi, betapa terkejutnya saya ketika melihat lokasi tersebut. Betapa tidak, empat rumah luluh lantah tertimbun oleh tanah. Selain itu nampak warga yang tengah mencari jenasah-jenasah yang tertimbun tanah longsor. Raut muka warga yang hadir nampaknya berkerudung oleh kesedihan. Mereka tidak tega melihat apa yang telah menimpa tetangga mereka.
            Dengan penuh penasaran, saya menyusuri beberapa kerumunan orang. Karena tidak diperbolehkan ke Tempat Kejadian Perkara, saya memutuskan untuk menengok di salah satu kerumunan warga yang sedang memandikan jenasah yang telah berhasil dievakuasi. Ketika itu, saya melihat betapa tubuh sesosok mayat tersebut dipenuhi oleh balutan-balutan tanah. Saat air membasahi tubuh sesosok mayat yang berumur belasan tahun tersebut, tanah-tanah yang melekat di tubuhnya sedikit demi sedikit telah menghilang. Memang suasana hari itu nampaknya dirundung oleh hati yang sedih dan miris melihat apa yang terjadi. Inilah momen-momen yang selalu ku ingat sampai sekarang.
            Kejadian tanah longsor di Desa Penusupan menjadi miris sekali ketika melihat upaya yang telah dilakukan oleh desa ini untuk melakukan penghijauan. Perlu diketahui bahwa Desa Penusupan merupakan salah satu sesa yang berhasil melakukan penghijauan di Indonesia, bahkan memanangkan kejuaraan tingkat nasional sebagai Desa yang berhasil melakukan penghijauan. Ironis bukan?. Tapi ingat bahwa suatu peristiwa terjadi pasti ada penyebabnya.
            Keberhasilan Desa ini mencapai ranking tertinggi sebagai desa yang berhasil melakukan penghijauan ternyata membuat warganya terlena. Alih-alih ingin memperoleh pendapatan yang berlebih, membuat beberapa warga memilih untuk melakukan penebangan pohon yang kurang memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Ditambah lagi dengan merosotnya harga cengkih pada waktu itu membuat sebagian besar warga memilih untuk menggantinya dengan pohon pinus dan jati. Namun sayang seribu sayang, bukit yang dulu hijau justru berubah menjadi kering karena hanya ditumbuhi oleh semak-semak belukar dan rumput. Terlebih lagi aksi pembabatan lahan justru belum menghasilkan pohon-pohon dewasa. Ketika datang hujan, beban akar-akar pohon yang tersisa semakin berat untuk menampung resapan air, hingga akhirnya akar-akar dari pohon tidak mampu menahan air yang melimpah dan berujung pada terjadinya tanah longsor.
Berikut foto-foto bencana longsor di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kebumen 5 Oktober 2001

http://www.popcash.net/home/56215

http://www.popcash.net/register/56215

 

Saturday, August 1, 2015

Blue Moon



Kisah dan Mitos tentang Blue Moon 

Liputan6.com, Jakarta Dalam bahasa Inggris ada istilah 'Once in a Blue Moon.' Ini adalah ekspresi tentang sesuatu yang jarang, langka, bahkan absurd.
Biasanya tiap tahun, Bumi mengalami 12 kali purnama. Setiap bulan. Tapi di beberapa kali kesempatan, Bumi mendapatkan purnama ekstra.  Hal ini terjadi karena ketidaksinkronan antara rotasi Bulan dan Bumi.
Bulan berotasi 29 hari, sementara Bumi 30 hari--kecuali Februari. Itulah yang menyebabkan purnama hadir dua kali dalam sebulan. Dan menurut perhitungan, blue moon terjadi tiap 2,7 tahun sekali, seperti ditulis oleh SPACE.
Ada sebuah artikel di majalah Sky & Telescope terbitan tahun 1943  yang menuliskan artikel tentang bulan ekstra  dalam kalender Masehi. Ditulis oleh Lawrence J. Lafleur. Ia menemukan sebuah fotokopi almanak tahun 1937. Di almanak itu tertulis 'blue moon' dan penjelasan tentangnya.
Di almanak tersebut tertulis, "Ini adalah sebuah kebetulan yang tidak menguntungkan, terutama buat para pendeta yang menyiapkan festival bulan purnama tiap bulannya, terpaksa melakukan dua kali karena terdapat dua bulan purnama dalam satu bulan. Juga, angka 13 adalah angka pembawa sial," seperti dikutip dari SPACE.
"Ada tujuh bulan biru di kalendar Lunar tiap 19 tahun," lanjut almanak itu, "Di masa lalu, para pembuat almanak menemukan banyak kesulitan mengkalkulasi kapan terjadi Blue Moon dan ketidakpastian ini menciptakan ekspresi 'once in a blue moon.'"
Biru pada Blue Moon tidak merujuk pada warna, dalam Bahasa Inggris kuno 'biru' sebelum kata benda berarti 'pengkhianat.' Disebut 'pengkhianat' karena bulan purnama seharusnya datang tiap satu bulannya, di mana Bulan terlihat besar dan berwarna putih pucat. Maka, purnama kedua dianggap 'pengkhianat'.
Bulan Biru tahun 2015 terjadi di malam 30 dan subuh 31 Juli. Purnama ekstra  juga akan terjadi pada tanggal 29 Agustus, 28 September, 27 Oktober, 25 November dan 25 Desember. Tahun 2015, Bulan Biru akan jatuh pada tanggal 23 Januari.

Tak Selalu Biru
Dinamakan bulan biru tidak ada hubungannya dengan warna. Bisa saja Bulan terlihat biru -- entah saat purnama atau pun saat sabit, apabila terjadi kebakaran hutan atau letusan gunung berapi mengotori bagian atas atmosfer. Seperti kejadian Gunung Krakatau yang meletus pada 1883.  
Ledakan Krakatau diibaratkan seperti meledakan nuklir dengan kekuatan 100-megaton dan menyemburkan debu vulkanik yang hampir menutupi permukaan bumi.  Seperti dikutip dari NASA, hampir tiap malam orang melihat Bulan berwarna biru.
Bahkan Edward Munch pun terinspirasi dengan fenomena pemandangan langit yang paling spektakular selama 150 tahun terakhir yang diciptakan oleh partikel debu vulkanik Gunung Krakatau itu.  Ia pun menciptakan lukisan berjudul 'The Scream', seperti dikutip dari NYTimes.
Menurut NASA, debu vulkanik Krakatau bertebaran luar biasa banyaknya di angkasa. Dan kala itu, pandangan mata pun menangkap [bulan yang berwarna biru](/675780 ""), bahkan sesekali hijau. Tidak hanya Bulan, Matahari pun terlihat berwarna ungu.
Orang juga melihat bulan biru saat ledakan gunung El Chinchon tahun 1983 di Meksiko. Dan fenomena terakhir terjadi saat letusan Gunung St. Helen dan Gunung Patubo masing-masing di tahun 1980 dan 1991.
Tidak hanya debu vulkanik saja yang 'menipu mata' melihat rembulan seakan berwarna biru. Kebakaran hutan menciptakan ilustrasi yang sama. Salah satunya adalah kebakaran besar yang terjadi di Alberta, Kanada tahun 1953. Bencana alam itu mewarnai ungu Lavender pada Matahari dan biru Bluebell pada Bulan sepanjang Amerika Utara hingga Inggris.
Carrol Rudy dalam emailnya kepada Space Weather, menulis pengalamannya melihat Bulan yang berwarna biru.
"Bulan berwarna biru terjadi Minggu 24 September 1950. Aku adalah bocah 13 tahun yang tinggal di daerah terpencil di Northwestern Pennsylvania dekat kota Corry, AS. Saat itu cuaca mendung sekali. Pada siang hari, tiba-tiba matahari menghilang dan gelap seperti halnya tengah malam. Ayah dan ibu segera menyalakan lampu dan lentera. Aku keluar untuk mengecek ternak-ternak dan menemukan mereka kembali ke kandang. Sapi dan ayam-ayam tidur. Aku juga tidak mendengar kicau burung sedikitpun. Kami tidak punya TV saat itu tapi kami mendengar bahwa ada kebakaran hutan di Kanada yang menutup sinar matahari."
"Orang-orang takut kalau ini adalah akhir dunia. Sebagian berpikir, Rusia melakukan balas dendam, padahal perang dingin telah berakhir. Dan saat malam hari, aku melihat bulan berwarna biru."
Tom Whiting dari Erie Pennsylvania, AS juga punya pengalaman yang sama. "Saat itu aku berusia 5 tahun, tahun 1946 sedang bermain bersama teman-temanku. Tiba-tiba langit gelap dan anak-anak lainnya berteriak takut. Tapi yang kuingat adalah The Real Blue Moon!

Lain lagi dengan Samuel Sievers, dari Indiana, AS.  Ia menyaksikan bahwa bulan berwarna biru pada tahun  1954. Ia dan ayahnya sedang dalam menyusuri jalan panjang dan berbatu-batu dari selatan Indiana ke Chicago.
"Aku melihat bulan benar-benar berwarna biru sementara udara begitu pengap. Aku bertanya mengapa bulan yang biasanya pucat tiba-tiba berwarna biru? Apakah itu mata setan? Ayahku menjawab dengan bijaksana bulan terlihat biru mungkin karena debu atau asap."
Robin Scagell dari Australia punya pengalaman melihat bulan berwarna biru saat  meletusnya El Chinchon tahun 1983.
"Aku menyaksikan sesuatu yang sangat langka pada bulan. Ia berwarna biru, terang dan indah. Aku sempat ambil foto dengan kamera seadanya, tapi warna biru  tidak dapat tertangkap dengan baik. Namun, langit saat itu berwarna keunguan. Mungkin itu penyebabnya warna ungu langit mendominasi bulan biruku.

Mitos Blue Moon?
Hampir tidak ditemukan cerita-cerita tentang Blue Moon. Meskipun begitu, para penggila mitos bulan atau disebut 'lunatic' mengatakan bulan purnama selalu menimbulkan hal-hal aneh di Bumi.
"Blue Moon tidak punya mitos tersendiri, tapi ia berbagi dengan mitos bulan purnama seperti meningkatnya kriminalitas dan cerita aneh lainnya" kata Kim Long penulis buku  'The Moon Book' seperti dikutip dari Baltimore Sun.
"Mereka berpikir orang melakukan hal-hal di luar kontrol saat purnama. Mungkin sebagian benar, tapi sebagian lagi terlalu berlebihan," lanjut Kim.
Namun, para ilmuwan menemukan ada keterkaitan bulan purnama dengan tingkah laku sehari-sehari manusia.
"Biasanya kita menghindari bulan purnama karena terlalu terang," kata Todd Ullery dari Davis Planetarium di Maryland Science Center. "Purnama juga kadang menciptakan ilusi tidak ada bayangan sama sekali."
Astronom Guy Ottewell dari Greenville mengatakan bahwa blue moon hanyalah sebuah kiasan saja.
"Blue moon tidak lebih dari kiasan saja. Selain putih, Bulan tampak berwarna kekuning-kuningan atau kemerah-merahan.  Itu saja," tutupnya.


Fakta tentang Blue Moon
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumat 31 Juli 2015, di langit akan muncul Bulan Purnama. Istimewanya, Bulan Purnama ini biasa disebut dengan Blue Moons atau Bulan Purnama Biru. Apakah benar-benar berwarna biru?
Dalam ilmu astronomi, Blue Moon ya Bulan Purnama penuh yang memang menjadi siklus yang terjadi tiap bulannya. Namun, Bulan Purnama Biru ini adalah sebuah istilah yang menggambarkan waktu si Bulan Purnama tersebut.
Sebetulnya ada dua perbedaan definisi soal Blue Moon ini. Pertama yang disebut dengan Blue Moon adalah Bulan Purnama ketiga dari 4 Bulan Purnama--bisanya terjadi tiga kali--dalam siklus musim astronomi.
Definisi kedua, Blue Moon adalah Bulan Purnama kedua dari dua siklus Bulan Purnama yang terjadi dalam siklus perhitungan astronomi. Apakah Blue Moon sudah pasti berwarna Biru? Tidak juga.
Sejatinya, saat terjadi Blue Moon tetap berwarna abu pucat dan putih layaknya Bulan yang biasa kita lihat saat malam hari. Terkadang juga bisa menunjukan warna merah.  Bulan bisa terlihat berwarna biru disebabkan adanya letusan gunung vulkanik.
Contohnya, pada 1883 silam, orang-orang pada saat itu melihat Bulan biru hampir setiap malam akibat letusan gunung Krakatau yang kekuatannya sama dengan 100 megaton bom nuklir. Bulu abu hasil letusan tersebut naik ke puncak atmosfer Bumi sehingga 'mengubah' warna Bulan menjadi biru.
Abu Krakatau mengandung partikel satu mikron yang sama dengan panjang gelombang cahaya merah. Partikel tersebut mampu menguraikan cahaya merah dan membiarkan cahaya biru yang mendominasi. Dengan kata lain, abu Krakatau berperan sebagai filter warna biru.
Kapan terjadinya?
Ada empat musim astronomi dalam setahun:
Musim Semi: Maret hingga Juni
Musin Panas: Juni hingga September
Musim Gugur: September hingga Desember
Musim Dingin: Musim Desember hingga  Maret

Friday, July 31, 2015

Foto Penemuan Pesawat MH370



Okezone.com 
PERTANYAAN bermunculan mengenai penemuan sepotong bagian pesawat di Reunion Island. Kini, puing badan pesawat tersebut dipercayai berasal dari pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan 370 (MH370) yang hilang tahun lalu. Berikut ini adalah informasi yang diperoleh mengenai penemuan tersebut, sebagaimana dilansir The Age, Kamis (30/7/2015).

Berikut 12 Fakta tentang Penemuan Bangkai Pesawat MH370
1. Apa yang ramai diberitakan?
Pengamat penerbangan telah mengonfirmasi bahwa puing pesawat tersebut merupakan sayap pesawat yang disebut "flaperon". Pihak penerbangan Amerika Serikat (AS) telah menyimpulkan dengan keyakinan amat tinggi bahwa bagian tersebut merupakan elemen khas yang terdapat pada pesawat model Boeing 777 yang digunakan MH370. Penyelidik juga mengatakan, tidak ada pesawat Boeing 777 yang diketahui menghilang di daerah tersebut.


2. Seberapa besar potongan tersebut?
Seorang pihak berwenang Prancis mengatakan, benda yang ditemukan tersebut memiliki panjang 9 kaki atau sekira 2,7 meter (m) dengan lebar 3 kaki atau sekira 1 m. Menurut dia, benda itu telah berada di air dalam jangka waktu yang lama.

3. Di mana posisi potongan tersebut dalam badan pesawat terbang?
Patahan itu merupakan permukaan kontrol dari sebuah sayap yang merupakan bagian yang dapat digerakkan dan memiliki aspek kombinasi antara sebuah spoiler pesawat dan flap reguler.


4. Apa reaksi Malaysia?
Pihak Pemerintah Malaysia mengatakan, sebuah tim telah dikirim ke Reunion untuk menyelidiki lebih lanjut penemuan itu. "Kami perlu memverifikasi. Kami telah mendapatkan penemuan puing yang perlu segera diverifikasi sebelum kami bisa mengonfirmasi itu merupakan bagian dari MH370. Kami berharap bahwa kami dapat mengidentifikasi penemuan itu secepat mungkin," kata Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai di New York.
Sementara pihak maskapai penerbangan Malaysia Airlines mengatakan, mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan penemuan tersebut. "Saat ini, akan terlalu prematur untuk membuat spekulasi mengenai asal flaperon itu," isi pernyataan Malaysia Airlines dalam akun Twitter resminya.

5. Di mana flaperon tersebut ditemukan?
Sebuah tim ahli ekologi melintasi benda itu saat sedang membersihkan salah satu sisi pantai di Pulau Reunion yang terletak di pesisir Afrika yaitu di antara Madagaskar dan Mauritius pada Samudera Hindia.


6. Siapa yang mengaitkan penemuan tersebut dengan MH370?
Berdasarkan Wired.com, seorang ahli keamanan asal Prancis bernama Xavier Tytelman yang mengirimnya serangkaian foto yang diperoleh oleh seorang jurnalis di Reunion. Dia mencuitkan hasil analisisnya dengan komentar: "Kesamaan yang luar biasa antara flaperon sebuah #B777 dengan puing yang ditemukan pagi ini".


7. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengidentifikasi bagian tersebut?
Hal tersebut dapat selesai besok. Flaperon itu memiliki nomor BB670 yang dapat membantu pengidentifikasian. Kepala Komisioner Biro Keselamatan Transportasi Australia Martin Dolan mengatakan, nomor tersebut dapat memberi informasi secara pasti dalam kurun 24 jam.

8. Seberapa besar kemungkinan potongan itu berasal dari MH370?
Hubungan yang ramai diberitakan amat memaksakan kemungkinan potongan itu adalah bagian MH370. Meski demikian, Editor TheAviationist.com David Cenciotti meragukannya.
"Saya sendiri tidak begitu yakin kalau bagian itu berasar dari MH370. Sebab, Malaysia Airlines B777 bukanlah satu-satunya pesawat yang hilang. Ada beberapa pesawat yang menghilang secara misterius di Afrika dan tidak menutup kemungkinan puing itu berasal dari salah satu pesawat itu," ujar David Cenciotti.
"Saya tidak mengatakan bahwa itu bukanlah MH370. Hanya, aneh saja bila puing MH370 ditemukan di sana," sambungnya.

9. Jika itu bagian dari MH370, bagaimana potongan itu bisa berada jauh dari lokasi kemungkinan kecelakaan?
Selama ini, area pencarian MH370 difokuskan pada samudera bagian selatan Perth, Australia. Sebab, sebelumnya diprediksi puing-puing pesawat dapat terapung ke bagian lain samudera. Oseanografer dari CSIRO, David Griffin, mengatakan, arus samudera, angin, dan arah ombak konsisten dengan penemuan itu. Diperlukan 16 bulan untuk bisa berpindah sejauh 5.000 kilometer.


10. Bagaimana bisa pindah sebegitu jauh?
Griffin mengatakan, benda itu mengapung. Tidak mungkin benda itu bergerak di bawah laut, maka dari itu puing tersebut sempat tenggelam dan tertahan di satu tempat, atau mengapung sepanjang permukaan samudera. Puing yang tidak dapat mengapung tidak akan mampu bergerak sejauh itu.

11. Apakah akan mudah untuk memprediksi di mana sisa bangkai pesawat?
Sayangnya, tidak. Pertama, besar kemungkinan sebuh puing besar kemungkinan karam dan berada di dasar samudera. Kedua, arus samudera tidak dapat diprediksi dengan mudah, dan puing itu bergerak karena angin dan ombak. Area itu diketahui sebagai "Indian Ocean Gyre" (sistem besar perputaran arus samudera) di mana arus samudera bergerak berlawanan arah jarum jam menuju Australia di selatan dan menjauh dari utara.

12. Apakah penemuan ini dapat mengakhiri sejumlah teori liar mengenai hal yang terjadi pada pesawat MH370?
Tidak. Beberapa memperkirakan bahwa potongan itu berasal dari pesawat berbeda, atau sengaja dibuang ke sana untuk alasan misterius. Yang lainnya berspekulasi mengenai informasi yang terkandung dalam bagian sayap pesawat itu dan berapa lama potongan itu berada di air.

Tuesday, June 30, 2015

Foto Korban Pesawat Jatuh di Medan


Pesawat Hercules Jatuh di Medan
MEDAN, KOMPAS.com — Pesawat Hercules milik TNI AU dikabarkan jatuh di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa (30/6/2015).
Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini persis di dekat Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, bekas Bandara Polonia Medan.
Belum diketahui penyebab pesawat itu jatuh dan apakah terdapat korban selamat dalam peristiwa naas tersebut.
Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan untuk mencari korban selamat. Menurut seorang warga yang bernama Guntur, dia kebetulan melihat kejadian saat berada di dalam kediamannya di Jalan Pales. Dia melihat pesawat Hercules itu menukik ke daerah perumahan.
Foto-Foto Korban Pesawat Hercules yang Jatuh di Medan No Sensor


Korban Sudah Dievakuasi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berdasarkan data terbaru di Tempat Kejadian Perkara jatuhnya pesawat Hercules C130 sudah ada 37 jenazah korban meninggal yang dibawa ke Rumah Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Selasa (30/6/2015).
Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo menyebutkan kalau proses evakuasi mencatat sebanyak 37 korban meninggal dunia, dari 50 manifes penumpang. Sebagian besar korban dibawa ke RS Adam Malik. Tampak riuh warga yang memadati lokasi kejadian. Saat ini proses evakuasi diakui sangat sulit.
Hal tersebut akibat badan pesawat yang terbakar sangat panas dan tertimbun reruntuhan gedung-gedung bangunan yang hancur lebur. Selain ambance dari rumah sakit, mobil evakuasi jenazah juga dari PMI, Dinas Kesehatan Ambulance Polda.
Namun keseluruhannya tampak tak begitu aktif melansir korban ke rumah sakit. Sebagian besar mobil ambulan teronggok menunggu korban yang sulit dievakuasi karena tertimbun reruntuhan dan tertimpa badan pesawat.
Sejumlah puluhan Mobil Damkar juga tampak siaga di lokasi kejadian. Dari kejadian pukul 11. 45 hingga 15.34 proses evakuasi masi belum selesai. Hal ini karena excavator yang digunakan terlalu kecil.
Dari pengamatan Tribun-Medan.com pasca dilakukan pengorekan runtuhan banggunan BS Okup dan Pertokoan Royal Resindence, mobil ambulance silih berganti membawa jasad korban meninggal.

Selain itu, ribuan warga Kota Medan dan sekitarnya berbondong-bondong datang mengambil gambar bangkai pesawat jatuh, Jalan Jamin Ginting tepatnya di seputaran BS Okup, mengakibatkan personel kesulitan untuk melakukan evakuasi.